Agus Dhukun Presiden Bangsa Monyet
Agus Dhukun mempunyai sahabat Monyet yang diberi nama KeepLy Dhukun. Semua Monyet di daerah Pusuk, Lombok - NTB adalah teman setia bagi Agus Dhukun. Oleh sebab itu, belum lama ini Agus Dhukun mendapat gelar Kebangsawanan dari Kerajaan Monyet sebagai penghargaan dari Raja Monyet. Gelar Kebangsawanan ini sangat spesial, pertama dan satu-satunya yang diberikan oleh Raja Monyet kepada Agus Dhukun. Karena sepanjang sejarah di manapun Kerajaan Monyet berada, belum pernah ada Manusia yang memperoleh Gelar ini. Berdasarkan hasil Musyawarah Bangsa Monyet sedunia, telah diambil suatu kesepakatan bahwa Agus Dhukun akan diangkat menjadi Presiden Monyet Sedunia. Bagi Agus Dhukun, ini adalah suatu hal yang menyenangkan, karena di dunia Monyet tidak ada yang namanya pertikaian dan peperangan menggunakan senjata, tidak ada persaingan secara politis, adu domba, apalagi saling sikut-sikutan dan saling menjatuhkan untuk memperoleh suatu kursi empuk dalam suatu pemerintahan. Dan yang lebih membanggakan, untuk menjadi orang No. 1 di dunia Monyet, Agus Dhukun tidak mengeluarkan biaya besar untuk kampanye, selain itu para Monyet pendukung sangat setia dan memiliki loyalitas yang tinggi sehingga tidak satupun Monyet yang mempunyai kepentingan politis yang mengatas namakan Rakyat Monyet untuk mencapai kepentingan pribadi maupun golongan.
Runtime: 1m:54s
( Not yet rated )
From:
AGUS_DHUKUN
Views:
669
Comments:
0
Added:
630 days ago
Bandar Udara Internasional Achmad Yani
Bandar Udara Internasional Achmad Yani
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Kode IATA SRG
Kode ICAO WARS
Lokasi Semarang, Jawa Tengah
Negara Indonesia
Pengelola {{{pengelola}}}
Tipe sipil dan militer
Zona waktu UTC+7
Elevasi 3 m (10 f)
Koordinat 6� 58′ 21,82″ LS,
110� 22′ 31,31″ BT
Landas pacu
Arah Panjang Permukaan
ft m
13/31 7.388 2.252 aspal
Bandar Udara Internasional Achmad Yani (IATA: SRG, ICAO: WARS) yang terletak di kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Nama bandara ini diambil dari salah satu pahlawan revolusi Indonesia, Achmad Yani. Peresmian menjadi bandara internasional berlangsung dalam penerbangan perdana Garuda Indonesia ke Singapura bulan Maret 2004.
[sunting] Data bandara
Landasan utama: 2.252 x 45 m
Jumlah penumpang setiap hari: 1.600 sampai 2.000 (2006)
[sunting] Perusahaan penerbangan
Garuda Indonesia (Jakarta Soekarno-Hatta International Airport, Singapore)
Adam Air (Jakarta Soekarno-Hatta International Airport)
Lion Air (Jakarta Soekarno-Hatta International Airport)
Batavia Air (Jakarta Soekarno-Hatta International Airport, Pontianak)
Mandala Airlines (Jakarta Soekarno-Hatta International Airport)
Sriwijaya Air (Jakarta Soekarno-Hatta International Airport, Surabaya)
[sunting] Rencana masa depan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memulai projek ini tahun 2005 dan diharapkan selesai tahun 2008. Bandar udara internasional Achmad Yani nanti akan memiliki fasilitas berikut ini,
Perpanjangan landasan � Landasan sepanjang 2.620 m yang mampu menampung Boeing 777, Boeing 747, MD-11, Airbus A340 and Airbus A330.
Terminal baru yang lebih besar � Terminal baru ini akan dibangun di sebelah utara terminal lama, seluas 21.500 meter persegi dan mampu menangani dua pesawat ukuran besar dan 8 pesawat ukuran kecil.
Runtime: 2m:36s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
281
Comments:
0
Added:
1399 days ago
Burung Bangau Srondol
Beberapa tahun lalu, burung Srondol atau bangau, di Srondol (nama tempat yang letaknya ke arah Ungaran, dari Semarang) cukup banyak, puluhan pohon dijadikan sarangnya, seiring perjalanan waktu populasinya semakin menurun, sekarang ini hanya 2 - 3 pohon saja yang dijadikan sarang dan menetap, cukup disayangkan karena anak cucu kita bakalan tidak bisa menikmati keindahan burung yang cantik ini.
fotografer.net
Runtime: 2m:22s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
1158
Comments:
0
Added:
1399 days ago
dj purple at 66 bali
dj purple live set at TRANCEFORMER INDONESIA TOUR 2008 , 66 bali
Runtime: 2m:34s
( Not yet rated )
From:
rizky_groovy
Views:
237
Comments:
0
Added:
1244 days ago
( Not yet rated )
From:
djshah
Views:
401
Comments:
0
Added:
1261 days ago
( Not yet rated )
From:
djshah
Views:
266
Comments:
0
Added:
1261 days ago
( Not yet rated )
From:
djshah
Views:
353
Comments:
0
Added:
1262 days ago
( Not yet rated )
From:
djshah
Views:
303
Comments:
1
Added:
1261 days ago
( Not yet rated )
From:
djshah
Views:
361
Comments:
0
Added:
1261 days ago
( Not yet rated )
From:
djshah
Views:
309
Comments:
1
Added:
1261 days ago
( Not yet rated )
From:
djshah
Views:
313
Comments:
0
Added:
1262 days ago
( Not yet rated )
From:
djshah
Views:
391
Comments:
0
Added:
1261 days ago
( Not yet rated )
From:
djshah
Views:
409
Comments:
0
Added:
1262 days ago
( Not yet rated )
From:
djshah
Views:
407
Comments:
0
Added:
1262 days ago
( Not yet rated )
From:
djshah
Views:
308
Comments:
0
Added:
1261 days ago
( Not yet rated )
From:
djshah
Views:
296
Comments:
0
Added:
1261 days ago
El cerrito de Las Piedras - Puerto Rico
Sebuah perjalanan melalui jalan-jalan di Bukit di Las Piedras, Puerto Riko - Un recorrido por las calles del cerrito en Las Piedras, Puerto Rico - A tour for the streets of the Cerrito in Las Piedras, Puerto Rico
Runtime: 3m:23s
( Not yet rated )
From:
HctCar
Views:
228
Comments:
0
Added:
1006 days ago
eNJOY
Tour nAD gUA 7
Runtime: 3m:0s
( Not yet rated )
From:
cemal
Views:
414
Comments:
1
Added:
890 days ago
FIA - MENEBUS DOSA
Bersuara emas, gape mamainkan instument musik serta pintar menciptakan lagu, adalah perpaduan skill yang sudah sangat langka di jagat hiburan Indonesia, terutama bila skill tersebut di miliki oleh seorang wanita. Fia adalah salah satu musisi yang beruntung memiliki karunia tersebut. Sebagai composer Fia bersama dengan Anji “Drive” adalah pencipta lagu “Resah Tanpamu”
yang di nyanyikan oleh Titi Kamal dan Anji “Drive” dan berhasil meraih penjualan RBT hampir 2 juta download. Karya Fia yang lain “Aw Aw Awas” yang di nyanyikan oleh Thalita Latief dan lagi – lagi di ciptakan bersama dengan Anji “ Drive”, menjadi salah satu lagu yang populer di radio – radio seluruh Indonesia.
Setelah meraih kesuksesan sebagai orang di belakang layar, kini saat nya Fia meraih kesuksesan yang lain yaitu sebagai penyanyi dengan hadir di blantika musik Indonesia menyanyikan karya – karya ciptaannya sendiri. Persembahan pertamanya di blantika musik Indonesia sebagai penyanyi adalah sebuah lagu pop balad dengan beat yang medium berjudul “Menebus Dosa”.“Menebus Dosa” adalah lagu ciptaan Fia yang berkolaborasi dengan Piyu “Padi” dalam penciptaannya, mengisahkan tentang upaya seorang wanita untuk menebus dosa kepada pasangannya karena telah melakukan penghianatan ketika dia terpisah jarak dengan pasangannya. Penebusan tersebut di lakukan dengan cara memenuhi apapun yang di inginkan dan di maui oleh pasangannya tersebut. Penebusan dosa ini di lakukan padahal sang pasangan tidak mengetahui penghianatan yang di lakukannya tersebut. Hal ini di karenakan kesadaran dan begitu besar cinta yang di miliki untuk pasangannya tersebut. Kisah yang di hadirkan
oleh lagu “Menebus Dosa” adalah sebuah kisah yang benar – benar terjadi dan di alami oleh seorang teman Fia, Personil band yang di karenakan kegiatan tour yang di jalani bersama dengan badannya membuat dia khilaf dan melakukan penghianatan terhadap pasangnnya.
Dalam penggarapan single “Menebus Dosa” Fia yang sempat juga terlibat dalam project band Immortal Legend bersama dengan Titi Syuman, Tere, Sherina, dan Kikan (coklelat) ini cukup beruntung, Karena di produseri oleh Piyu “Padi” yang juga berperan sebagai arranger sekaligus. Tidak hanya itu saja Piyu “Padi” juga turut menyumbangkan permainan gitarnya yang khas, dan apik
pada lagu tersebut. Sehingga terasa begitu berkarakter dan kokoh. Akhirnya sebuah karya dari musisi multi talenta wanita bersiap untuk hadir dan mewarnai blantika musik Indonesia. Semoga Lebih Indah.
Runtime: 4m:33s
( Not yet rated )
From:
emotion
Views:
182
Comments:
0
Added:
319 days ago
Gereja Blenduk
Gereja Blenduk (kadang-kadang dieja Gereja Blendug dan seringkali dilafazkan sebagai mBlendhug) adalah Gereja Kristen tertua di Jawa Tengah yang dibangun oleh masyarakat Belanda yang tinggal di kota itu pada 1753, dengan bentuk heksagonal (persegi delapan). Gereja ini sesungguhnya bernama Gereja GPIB Immanuel, di Jl. Letjend. Suprapto 32. Kubahnya besar, dilapisi perunggu, dan di dalamnya terdapat sebuah orgel Barok. Arsitektur di dalamnya dibuat berdasarkan salib Yunani. Gereja ini direnovasi pada 1894 oleh W. Westmaas dan H.P.A. de Wilde, yang menambahkan kedua menara di depan gedung gereja ini. Nama Blenduk adalah julukan dari masyarakat setempat yang berarti kubah.
Gereja ini masih dipergunakan setiap hari Minggu.
Di sekitar gereja ini juga terdapat sejumlah bangunan lain dari masa kolonial Belanda.
Runtime: 2m:8s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
209
Comments:
0
Added:
1399 days ago
IRON MAIDEN
The Final Frontier World Tour 2011
Live Concert in Jakarta & Bali
Runtime: 0m:49s
( Not yet rated )
From:
seirafirdaus
Views:
216
Comments:
1
Added:
389 days ago
Las Piedras - Puerto Rico
J sebagian wisata melalui jalan-jalan kota Las Piedras - Un Recorrido parcial por las calles del pueblo de Las Piedras - A partial Tour for the streets of the town of Las Piedras.
Runtime: 2m:39s
( Not yet rated )
From:
HctCar
Views:
200
Comments:
0
Added:
1006 days ago
Lawang Sewu
Lawang Sewu merupakan sebuah Gedung di Semarang, Jawa Tengah yang merupakan kantor dari Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1903 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda Semarang yang dahulu disebut Wilhelmina Plein.
Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu). Ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang banyak sekali (dalam kenyataannya pintu yang ada tidak sampai seribu, mungkin juga karena jendela bangunan ini tinggi dan lebar, masyarakat juga menganggapnya sebagai pintu).
Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Jawatan Kereta Api Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa pertempuran lima hari di Semarang, di gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan SK Wali Kota 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.
Saat ini bangunan yang berusia 100 tahun tersebut kosong dan bereputasi buruk sebagai bangunan angker dan seram. Sesekali digunakan sebagai tempat pameran, diantaranya Semarang Expo dan Tourism Expo.Pernah ada juga wacana yang ingin mengubahnya menjadi hotel.
Runtime: 2m:33s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
1723
Comments:
1
Added:
1399 days ago
Lumpia
Lumpia Semarang
Dari Wikipedia Indonesia
Lumpia Semarang adalah makanan semacam rollade berisi rebung, telur, dan daging ayam atau udang.
Citarasa lumpia Semarang adalah perpaduan rasa Tionghoa dan Indonesia, karena memang penemunya adalah orangTionghoa Semarang yang menikah dengan orang Indonesia.
Makanan ini mulai dijajakan dan dikenal di Semarang pada waktu pesta olahraga GANEFO pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
[sunting] Variasi Lumpia Semarang
Di Semarang dewasa ini ada lima �aliran� lumpia Semarang dengan cita rasa berbeda. Pertama aliran Gang Lombok (Siem Swie Kiem), kedua aliran Jalan Pemuda (almarhum Siem Swie Hie), dan ketiga aliran Jalan Mataram (almarhumah Siem Hwa Nio). Ketiga aliran ini berasal dari satu keluarga Siem Gwan Sing�Tjoa Po Nio yang merupakan menantu dan putri tunggal pencipta lumpia Semarang, Tjoa Thay Yoe�Wasih.
Aliran keempat adalah sejumlah bekas pegawai lumpia Jalan Pemuda, dan aliran kelima adalah orang-orang dengan latar belakang hobi kuliner yang membuat lumpia dengan resep hasil pembelajaran dari lumpia yang sudah beredar.
Generasi tertua saat ini, yaitu generasi ketiga Siem Swie Kiem (65), tetap setia melayani konsumennya di kios warisan ayahnya (Siem Gwan Sing) di Gang Lombok 11. Keistimewaan lumpia Gang Lombok ini menurut sejumlah penggemarnya yang sempat ditemui di kios tersebut adalah racikan rebungnya tidak berbau, juga campuran telur dan udangnya tidak amis.
Lumpia buatan generasi keempat dapat kita peroleh di kios lumpia Mbak Lien alias Siem Siok Lien (43) di Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran. Mbak Lien meneruskan kios almarhum ayahnya, Siem Swie Hie, yang merupakan abang dari Siem Swie Kiem, di Jalan Pemuda (mulut Gang Grajen) sambil membuka dua cabang di Jalan Pandanaran.
Kekhasan lumpia Mbak Lien ini adalah isinya yang ditambahi racikan daging ayam kampung. Ketika awal mula meneruskan usaha almarhum ayahnya, Mbak Lien membuat tiga macam lumpia, yaitu lumpia isi udang, lumpia isi ayam (untuk yang alergi udang), dan lumpia spesial berisi campuran udang serta ayam. Tetapi, karena merasa kerepotan dan apalagi kebanyakan pembeli suka yang spesial, sekarang Mbak Lien hanya membuat satu macam saja, yaitu lumpia istimewa dengan isi rebung dicampur udang dan ayam.
Adapun generasi keempat lainnya, yaitu anak-anak dari almarhum Siem Hwa Nio (kakak perempuan dari Siem Swie Kiem) meneruskan kios ibunya di Jalan Mataram (Jalan MT Haryono) di samping membuka kios baru di beberapa tempat di Kota Semarang. Di antara anak-anak almarhum Siem Hwa Nio ini ada juga yang membuka cabang di Jakarta. Bahkan ada cucu almarhum Siem Hwa Nio sebagai generasi kelima membuka kios lumpia sendiri di Semarang.
Selain keluarga-keluarga leluhur pencipta lumpia semarang tersebut, sekarang banyak juga orang-orang �luar� yang membuat lumpia semarang. Mereka umumnya mantan karyawan mereka. Mereka yang mempunyai hobi kuliner juga turut meramaikan bisnis lumpia semarang dengan membuat lumpia sendiri, seperti Lumpia Ekspres, Phoa Kiem Hwa dari Semarang International Family and Garden Restaurant di Jalan Gajah Mada, Semarang.
[sunting] Harga Lumpia Semarang
Harga lumpia yang dijual para pedagang tersebut berbeda-beda. Kios lumpia Gang Lombok milik Siem Swie Kiem, misalnya, menjual dengan harga Rp 6.000 per biji (goreng/basah). Kios di Jalan Pemuda milik Mbak Lien menjual dengan harga Rp 5.500 per biji. Sedangkan pedagang-pedagang lumpia lain menjual dengan harga sekitar Rp 2.500 per biji.
Runtime: 3m:28s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
922
Comments:
1
Added:
1399 days ago