Agus Dhukun vs Gagak Hantu
Agus Dhukun mempunyai teman setia seekor Burung Gagak yang diberi nama Gadhuk (Gagak Dhukun). Burung Gagak berbulu hitam, sama persis dengan Agus Dhukun yang selalu berpakaian hitam. Di antara jenis-jenis unggas, Gagak diketahui mempunyai tingkat kecerdasan yang relatif tinggi. Menurut mitologi, Burung Gagak sering dikaitkan dengan sesuatu hal yang buruk. Di Eropa, Gagak dipercaya sebagai burung peliharaan Penyihir. Di Indonesia, Gagak dianggap suatu pertanda aka nada kesulitan yang bakal timbul. Kehadiran Gagak Hitam bisa juga diartikan sebagai penjemput ajal. Bila Burung Gagak berputar-putar di atas rumah, konon akan ada penghuni rumah yang segera meninggal. Gagak Hitam memang paling suka dengan bangkai. Begitu ada bangkai, rombongan Gagak akan langsung datang berbondong-bondong mengerubuti bangkai itu. Kedatangan Gagak di perkampungan atau sekitar perumahan merupakan suatu tanda bahwa di tempat itu akan ada makhluk yang jadi bangkai. Menurut kepercayaan Orang Jawa, bila ada orang yang sedang sakit lalu terdengar suara burung Gagak Hitam, itu menandakan orang yang sakit akan segera mati. Orang yang menjelang ajal itu memang sudah menebarkan aroma khas bau mayat. Burung Gagak mempunyai insting dan penciuman yang sangat tajam, bahkan radiusnya bisa ribuan km, dan Burung Gagak satu satunya burung pemakan bangkai. Ada pula kepercayaan yang mengaitkan sate Gagak untuk memanggil Gendruwo. Banyak yang mempercayai salah satu cara memanggil Gendruwo adalah dengan membakar sate Gagak, karena Burung Gagak adalah makanan kesukaan dan binatang peliharaan Gendruwo. Memanggang Burung Gagak di tempat kuburan yang angker akan mendatangkan berbagai macam makhluk halus dan arwah penasaran. Untuk melakukan Ritual Pesugihan
Runtime: 2m:5s
( Not yet rated )
From:
AGUS_DHUKUN
Views:
1637
Comments:
0
Added:
739 days ago
Andeno in action
Andeno acting berhitung ditempat tidur, ihhh... gemesss bangett deehh...
Runtime: 1m:21s

(1 ratings)
From:
andre
Views:
991
Comments:
0
Added:
1624 days ago
Burung Bangau Srondol
Beberapa tahun lalu, burung Srondol atau bangau, di Srondol (nama tempat yang letaknya ke arah Ungaran, dari Semarang) cukup banyak, puluhan pohon dijadikan sarangnya, seiring perjalanan waktu populasinya semakin menurun, sekarang ini hanya 2 - 3 pohon saja yang dijadikan sarang dan menetap, cukup disayangkan karena anak cucu kita bakalan tidak bisa menikmati keindahan burung yang cantik ini.
fotografer.net
Runtime: 2m:22s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
1229
Comments:
0
Added:
1507 days ago
Geisha jadi gokil
Geisha di jepang jadi gokil gara2 axe effect, salah satu bukti bahayanya kalo pake axe nich, makanya join yuk ke www.waaxe.org tempat cewe2 ok akan berdemo tgl 1 juli nanti!
Runtime: 0m:45s
( Not yet rated )
From:
Natasya
Views:
704
Comments:
3
Added:
1439 days ago
Gereja Blenduk
Gereja Blenduk (kadang-kadang dieja Gereja Blendug dan seringkali dilafazkan sebagai mBlendhug) adalah Gereja Kristen tertua di Jawa Tengah yang dibangun oleh masyarakat Belanda yang tinggal di kota itu pada 1753, dengan bentuk heksagonal (persegi delapan). Gereja ini sesungguhnya bernama Gereja GPIB Immanuel, di Jl. Letjend. Suprapto 32. Kubahnya besar, dilapisi perunggu, dan di dalamnya terdapat sebuah orgel Barok. Arsitektur di dalamnya dibuat berdasarkan salib Yunani. Gereja ini direnovasi pada 1894 oleh W. Westmaas dan H.P.A. de Wilde, yang menambahkan kedua menara di depan gedung gereja ini. Nama Blenduk adalah julukan dari masyarakat setempat yang berarti kubah.
Gereja ini masih dipergunakan setiap hari Minggu.
Di sekitar gereja ini juga terdapat sejumlah bangunan lain dari masa kolonial Belanda.
Runtime: 2m:8s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
291
Comments:
0
Added:
1507 days ago
( Not yet rated )
From:
erwan_aback
Views:
1315
Comments:
2
Added:
491 days ago
( Not yet rated )
From:
melodicky
Views:
987
Comments:
3
Added:
930 days ago
Kecelakaan akibat handphone
accident video yang terjadi di Stasiun pengisian bahan bakar yang terjadi di SHELL mudah2an kejadian terlampir bisa menjadi pelajaran bagi kita semua tentang bahaya dari HP pada saat di SPBU atau di tempat pengisian minyak.
HP merupakan sumber dari pembakaran, pada saat kejadian IP (org yang Cedera) mencoba melihat kondisi tangki dengan menggunakan cahaya dari HP nya.
Ingat bahwa udara dari tangki (vapour) lebih mudah terbakar.
Perhatikan prosedur transfer bahan bakar.
Runtime: 1m:54s
( Not yet rated )
From:
adil
Views:
1573
Comments:
3
Added:
1561 days ago
Kegokilan di supermarket jepang!
Aku dikirimin link video di jepang nih yang cewe-cewenya lagi belanja di supermarket lagi pada asyekk blenje blenjii..gak disangka sangka serangan axe, so gals becareful. makanya join yuk ke www.waaxe.org tempat cewe2 ok kayak aku akan berdemo tgl 1 juli nanti!
Runtime: 1m:0s
( Not yet rated )
From:
Natasya
Views:
588
Comments:
1
Added:
1439 days ago
Lawang Sewu
Lawang Sewu merupakan sebuah Gedung di Semarang, Jawa Tengah yang merupakan kantor dari Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1903 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda Semarang yang dahulu disebut Wilhelmina Plein.
Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu). Ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang banyak sekali (dalam kenyataannya pintu yang ada tidak sampai seribu, mungkin juga karena jendela bangunan ini tinggi dan lebar, masyarakat juga menganggapnya sebagai pintu).
Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Jawatan Kereta Api Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa pertempuran lima hari di Semarang, di gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan SK Wali Kota 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.
Saat ini bangunan yang berusia 100 tahun tersebut kosong dan bereputasi buruk sebagai bangunan angker dan seram. Sesekali digunakan sebagai tempat pameran, diantaranya Semarang Expo dan Tourism Expo.Pernah ada juga wacana yang ingin mengubahnya menjadi hotel.
Runtime: 2m:33s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
1953
Comments:
1
Added:
1507 days ago
Lumpia
Lumpia Semarang
Dari Wikipedia Indonesia
Lumpia Semarang adalah makanan semacam rollade berisi rebung, telur, dan daging ayam atau udang.
Citarasa lumpia Semarang adalah perpaduan rasa Tionghoa dan Indonesia, karena memang penemunya adalah orangTionghoa Semarang yang menikah dengan orang Indonesia.
Makanan ini mulai dijajakan dan dikenal di Semarang pada waktu pesta olahraga GANEFO pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
[sunting] Variasi Lumpia Semarang
Di Semarang dewasa ini ada lima �aliran� lumpia Semarang dengan cita rasa berbeda. Pertama aliran Gang Lombok (Siem Swie Kiem), kedua aliran Jalan Pemuda (almarhum Siem Swie Hie), dan ketiga aliran Jalan Mataram (almarhumah Siem Hwa Nio). Ketiga aliran ini berasal dari satu keluarga Siem Gwan Sing�Tjoa Po Nio yang merupakan menantu dan putri tunggal pencipta lumpia Semarang, Tjoa Thay Yoe�Wasih.
Aliran keempat adalah sejumlah bekas pegawai lumpia Jalan Pemuda, dan aliran kelima adalah orang-orang dengan latar belakang hobi kuliner yang membuat lumpia dengan resep hasil pembelajaran dari lumpia yang sudah beredar.
Generasi tertua saat ini, yaitu generasi ketiga Siem Swie Kiem (65), tetap setia melayani konsumennya di kios warisan ayahnya (Siem Gwan Sing) di Gang Lombok 11. Keistimewaan lumpia Gang Lombok ini menurut sejumlah penggemarnya yang sempat ditemui di kios tersebut adalah racikan rebungnya tidak berbau, juga campuran telur dan udangnya tidak amis.
Lumpia buatan generasi keempat dapat kita peroleh di kios lumpia Mbak Lien alias Siem Siok Lien (43) di Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran. Mbak Lien meneruskan kios almarhum ayahnya, Siem Swie Hie, yang merupakan abang dari Siem Swie Kiem, di Jalan Pemuda (mulut Gang Grajen) sambil membuka dua cabang di Jalan Pandanaran.
Kekhasan lumpia Mbak Lien ini adalah isinya yang ditambahi racikan daging ayam kampung. Ketika awal mula meneruskan usaha almarhum ayahnya, Mbak Lien membuat tiga macam lumpia, yaitu lumpia isi udang, lumpia isi ayam (untuk yang alergi udang), dan lumpia spesial berisi campuran udang serta ayam. Tetapi, karena merasa kerepotan dan apalagi kebanyakan pembeli suka yang spesial, sekarang Mbak Lien hanya membuat satu macam saja, yaitu lumpia istimewa dengan isi rebung dicampur udang dan ayam.
Adapun generasi keempat lainnya, yaitu anak-anak dari almarhum Siem Hwa Nio (kakak perempuan dari Siem Swie Kiem) meneruskan kios ibunya di Jalan Mataram (Jalan MT Haryono) di samping membuka kios baru di beberapa tempat di Kota Semarang. Di antara anak-anak almarhum Siem Hwa Nio ini ada juga yang membuka cabang di Jakarta. Bahkan ada cucu almarhum Siem Hwa Nio sebagai generasi kelima membuka kios lumpia sendiri di Semarang.
Selain keluarga-keluarga leluhur pencipta lumpia semarang tersebut, sekarang banyak juga orang-orang �luar� yang membuat lumpia semarang. Mereka umumnya mantan karyawan mereka. Mereka yang mempunyai hobi kuliner juga turut meramaikan bisnis lumpia semarang dengan membuat lumpia sendiri, seperti Lumpia Ekspres, Phoa Kiem Hwa dari Semarang International Family and Garden Restaurant di Jalan Gajah Mada, Semarang.
[sunting] Harga Lumpia Semarang
Harga lumpia yang dijual para pedagang tersebut berbeda-beda. Kios lumpia Gang Lombok milik Siem Swie Kiem, misalnya, menjual dengan harga Rp 6.000 per biji (goreng/basah). Kios di Jalan Pemuda milik Mbak Lien menjual dengan harga Rp 5.500 per biji. Sedangkan pedagang-pedagang lumpia lain menjual dengan harga sekitar Rp 2.500 per biji.
Runtime: 3m:28s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
1128
Comments:
1
Added:
1507 days ago
Masjid Agung Jawa Tengah
Masjid Agung Jawa Tengah
�Sucining guna gapuraning gusti.� Itulah candra sengkala pembangunan Masjid Agung Jateng (MAJ), yang sama dengan tahun 1934 Saka.
Artinya, kemauan dan upaya yang tulus membawa ke arah rida Allah.
MENARA Asmaul Husna, yang berdiri kokoh di sudut barat daya Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) merupakan salah satu daya tarik kawasan itu. Dari bentuknya, bangunan setinggi 99 meter�yang melambangkan nama-nama Allah itu�dikonsep sebagai replika Menara Kudus. Sejak menara itu selesai dibangun, banyak pengunjung yang datang untuk sekadar melihat atau berfoto bersama. Lihatlah, seorang ibu dan dua anaknya yang tengah berpose laiknya model, di depan menara itu.
Sementara, si bapak nampak sibuk mengarahkan kamera-nya untuk menentukan posisi gambar. Kadang-kadang dia sampai berjongkok agar menara itu bisa menjadi background foto keluarganya. Sudah lama kami mendengar tentang kemegahan dan keindahan MAJT. Baru kali ini, kami melihatnya secara langsung. Ya, sekalian mengenalkan anak pada masjid supaya mereka bisa lebih dekat,�� tutur Muslih (39), warga Gombong, Kebumen itu. Dia datang untuk menyambangi keluarga yang tinggal di Semarang. Senyampang anak-anak tengah libur sekolah, mereka diajaknya serta. Nah, setelah kegiatan keluarga rampung, mereka menyempatkan diri mampir berwisata ke MAJT. Tadi juga sudah naik ke menara. Enak, bisa lihat-lihat kota dari atas,�� timpal Endika (12), anak sulung Muslih. Untuk bisa naik ke menara, mereka cukup membayar Rp 2.000 per orang.
Di atas menara tersedia sejumlah teropong untuk melihat Kota Semarang dari ketinggian. Teropong itu bisa dioperasikan jika pengunjung memasukkan koin. Cukup dengan Rp 1.000 mereka bisa menikmati teropong itu selama 1,5 menit. Sekadar informasi, penara yang terdiri atas 20 lantai itu rencananya digunakan untuk museum Islam dan lantai berputar (devolving floor). Lantai paling atas dapat digunakan melihat hilal, penentuan awal Ramadan atau Idul Fitri. Akulturasi Budaya MAJT yang terletak di Jl Gajahraya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari itu memang telah menjelma sebagai tempat wisata alternatif, yang kental dengan nuansa religi di dalamnya. Konsep bangunan yang menggabungkan arsitektur Jawa, Islam, dan Roma itu merupakan pemikat bagi pengunjung yang datang Daya tarik lainnya, berbagai memorabilia yang terkait dengan syiar Islam. Yang sudah ada sekarang, Alquran raksasa tulisan tangan yang merupakan karya H Hayatuddin, khattat (penulis kaligrafi) dari Universitas Sains dan Ilmu Alquran (Unsyiq) Jateng di Wonosobo. Selain itu, ada pula replika beduk raksasa Purworejo, yang dibuat oleh para santri Pesantren Alfalah Mangunsari, Jatilawang, Banyumas. MAJT dibangun pada lahan banda Masjid Kauman seluas 10 hektare, dengan luas bangunan hanya 27.900 meter persegi. Kompleks MAJT itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai sarana sosial dan bisnis, seperti ruang perkantoran, convention hall, penginapan, dan bangunan kios. Bangunan masjid tak menunjukkan kesan mewah, tapi dapat menampung hingga 13.000 umat. Dibandingkan bangunan pendampingnya, bangunan masjid lebih sederhana namun memberi kesan teduh. Pemilihan warna maupun penataan interior masjid dirancang dengan cermat. Rancangan bentuk dan hiasan di dalam masjid didominasi pengaruh dua budaya, Jawa dan Islam. Bentuk kubah, lengkungan, geometri bintang delapan, dan kaligrafi mencerminkan budaya Islam.
Budaya Jawa diwujudkan dalam pemilihan ragam hias. Wayang kulit purwa dan batik menghiasi beberapa bagian masjid. Tepat di bagian tengah masjid terdapat empat tiang. Semua tiang itu dihubungkan dengan lengkungan berwarna putih yang diilhami dari gaya Andalusia. Dasar dari empat tiang itu dihiasi berbagai bentuk ragam hias batik, seperti tumpal, untu walang, kawung, dan parang-parangan. Kesan teduh dan sederhana dihasilkan dari pemilihan warna di bagian dalam masjid. Tiang di langit-langit masjid dan pintu kayu dicat warna hijau. Pintu itu mirip pintu di rumah Jawa, memiliki lubang sehingga angin leluasa keluar masuk. Selain hijau, warna yang mendominasi adalah putih, cokelat, dan krem. Sebagian langit-langit yang berhiaskan bentuk geometri bersegi delapan berwarna krem. Puncak kubah berwarna putih, rencananya akan dihiasi dengan kalimat "Laa ilaaha illallah" dari bahan tembaga. Leher kubah masjid dihiasi kaligrafi surat An Nuur Ayat 35. Konsep Masjid Agung Raya Jateng mengusung paduan budaya Islam dan Jawa. Ciri pertama yang menunjukkan hal itu adalah bentuk atap. Atap masjid berbentuk tajuk, khas masjid Jawa, seperti yang ditemukan di Masjid Agung Demak.
Konsep tajuk itu digabungkan dengan kubah dan minaret, ciri khas masjid pada umumnya. Sementara itu, di plaza depan masjid akan dipasang enam payung berdiameter 48 meter, seperti dilakukan di Masjid Nabawi, Madinah. Ini untuk melindungi jamaah dari sengatan panas matahari.
-from infosemarang.net
Runtime: 2m:4s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
1046
Comments:
0
Added:
1507 days ago
Mehox Kembar
saudara kembar yang kerja di satu tempat!.
Runtime: 0m:21s
( Not yet rated )
From:
cakfuad
Views:
413
Comments:
0
Added:
927 days ago
( Not yet rated )
From:
amir
Views:
833
Comments:
0
Added:
1584 days ago
Nasi Pecel Bu Sumo
Sepertinya pecel sudah jadi makanan yang umum untuk di Pulau Jawa apalagi di Jawa Tengah dan setiap orang pasti sudah punya rekomendasi tempat makan pecel paling enak menurut kesukaannya. Nah kalo buat orang yang dari luar Kota Semarang pengen nyobain pecelnya semarang kayaknya warung pecel bu sumo bisa jadi salah satu rujukan buat makan pecel yang enak. Dari bentuk pecelnya sendiri sih dari isi sayuran tidak terlalu berbeda dengan pecel-pecel lainnya tetapi yang agak istimewa dari warung bu sumo yaitu pilihan tambahannya (topping) yang super lengkap, ada telor mata sapi, gorengan, babat, paru, jantung dll. Saya sendiri biasanya memilih babat dan telor mata sapi sebagai menu tambahan. Gorengan di warung ini dijamin gurih soalnya kadang-kadang gorengan yang ada di warung suka lembek kalau sudah dingin. saya rekomendasikan gorengan bakwannya kalau ke warung bu sumo. Bumbu kacang-nya pun rasanya oke, pas lah pokoknya. Warung pecel bu sumo sepengatahuan saya ada 3 (tambahin ya kalo kurang), 2 ada di Jl. Kyai Saleh dan 1 di Jl. Pecel Bu SumoSetiabudi. Untuk petunjuk bagi orang yang bukan Semarang, warung yang di Kyai Saleh letaknya di belakang rumah sakit Karyadi. Di perempatan lampu merah (mentri supeno kalo gak salah), belok kanan, warung bu sumo ada disebelah kiri sekitar 100 meter-an dari lampu merah. Untuk yang di Jl. Setiabudi kalo dari arah kota bawah ke Tembalang, warung bu sumo terletak sekitar 250 meteran sebelum patung diponegoro Tembalang.
Runtime: 2m:12s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
2494
Comments:
0
Added:
1507 days ago
Pagoda Avalokitesvara
PAGODA Avalokitesvara di Vihara Buddhagaya Watugong, Semarang, ditetapkan Museum Rekor Indonesia sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Pagoda yang memiliki tinggi 45 meter itu dibangun tujuh tingkat dengan hampir semua konstruksi bangunannya terbuat dari beton, banyak menggunakan latar warna merah dan beberapa arca di tiap tingkat pagodanya.
Selain itu, dua gazebo besar tampak mengapit di samping kanan-kirinya, yang nantinya digunakan sebagai tempat tambur dan lonceng, yang menjadi salah satu adat kelengkapan pagoda.
Juli lalu Manajer Muri Paulus Pangka menyerahkan penghargaan Muri nomor 2208/ R.MURI/VIII/2006 kepada Paul Sun Kok dan Halim Wijaya pimpinan Yayasan Buddhagaya Watugong, atas berdirinya pagoda tersebut. Diharapkan, keberadaan pagoda pertama di Indonesia itu, bisa menjadi wahana pemersatu sekte-sekte keagamaan Buddha di samping Candi Borobudur.
Pagoda Avalokitesvara ---juga disebut Pagoda Metakaruna atau Pagoda Cinta Kasih Sayang karena keberadaannya untuk menghormati figur cinta kasih dan kasih sayang, yaitu Kwan She Im Poo--- mulai dibangun Agustus tahun lalu. Rencananya pembangunan hanya membutuhkan waktu delapan bulan, namun molor menjadi 10 bulan karena menanti barang-barang dan patung dari Cina. Pembangunan dilatarbelakangi kebutuhan umat akan tempat ibadah yang lebih layak dan nyaman. Sebelumnya, di lokasi itu sudah berdiri vihara kecil yang didirikan tahun 1957.
Avalokitesvara Buddhagaya memiliki banyak keistimewaan. Mulai dari genteng, aksesori, relief tangga dari batu (9 naga), kolam naga, lampu naga, air mancur naga, hingga patung burung hong dan kilin, seluruhnya diimpor dari China.
Selain itu, pagoda itu terdiri atas tujuh tingkat. Tiap tingkat memiliki empat buah patung Dewi Kwan Im yang menghadap ke empat penjuru. Khusus di tingkat pertama, terdapat empat patung yang berbeda-beda. Patung Dewi yang membawa bunga dan teratai bisa digunakan pengunjung untuk berdoa agar dimudahkan mendapatkan jodoh.
Patung Dewi dengan membawa anak perempuan, ditujukan bagi pengunjung yang berkeinginan memiliki anak perempuan. Demikian pula dengan patung Dewi yang membawa anak laki-laki, digunakan pengunjung berdoa agar mendapatkan anak laki-laki. Satu lagi, patung Dewi Kwan Im digunakan pengunjung untuk memohon panjang umur. Khusus di tingkat VII, diisi empat buah patung Amitaba.
Selain 24 patung Dewi Kwan Im dan empat patung Amitaba, di tingkat I juga diletakkan satu patung besar Dewi Kwan Im dengan tinggi 5,10 meter serta satu patung Panglima We Do. Jumlah total patung yang ada di pagoda itu 30 buah. Patung besar Dewi Kwan Im dipasang menghadap Kota Semarang dengan tujuan agar masyarakat terhindar dari segala bencana. Patung Panglima We Do dimaksudkan sebagai pelindung keselamatan sekaligus penjaga pagoda tersebut
- from cybertokoh -
Runtime: 1m:43s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
430
Comments:
0
Added:
1507 days ago
( Not yet rated )
From:
bebek007
Views:
541
Comments:
8
Added:
1440 days ago
Press Confrence di jepang
aku dapet kiriman juga ni dari temenkyu di jepang, ini lebih kocak dan gokil lagi ! hihihi liat deh asli kocak abis! makanya join yuk ke www.waaxe.org tempat cewe2 ok kayak aku akan berdemo tgl 1 juli nanti!
Runtime: 0m:14s
( Not yet rated )
From:
Natasya
Views:
275
Comments:
0
Added:
1439 days ago
Rindu Dalam
Bermula dari sebuah pertemanan yg begitu akrab, sampai akhirnya berbuntut jadi sebuah perkasihan dan percintaan. Namun,sebuah tragedi terjadi pada pihak lelaki yg mengharuskannya meninggalkan kota tempat mereka memadu perasmaraan,itulah perpisahan secara lahiryah, dibatasi jarak yg jauh. Akhirnya menumbuhkan rasa kerinduan yg dalam pada mereka berdua.
Runtime: 3m:45s
( Not yet rated )
From:
Sursur
Views:
215
Comments:
0
Added:
1191 days ago
Sahabat Gaul Anak Jakarta -part 01-
Singing: Miransantika Remix version
Seing nongkrong di tempat makanan pinggir jalan ibu kota??siapa tak kenal dia??!! hehehehehe
Runtime: 3m:14s
( Not yet rated )
From:
ican*agoesdjam
Views:
671
Comments:
0
Added:
1374 days ago
Sahabat Gaul Anak Jakarta -part 02-
Singing: one of TRIO LIBELS song.
Sering nongkrong di tempat makanan pinggir jalan ibu kota??siapa tak kenal dia??!! hehehehehe
Runtime: 2m:14s
( Not yet rated )
From:
ican*agoesdjam
Views:
1253
Comments:
5
Added:
1374 days ago
Sam Po Kong
Gedung batu Sam Po Kong adalah sebuah petilasan. yaitu bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok bernama Zheng He / Cheng Ho () atau lebih lazim dikenal sebagai Sam Po Tay Djien. Terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang.
Disebut Gedung Batu karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Sekarang tempat tersebut dijadikan tempat peringatan dan tempat pemujaan atau bersembahyang serta tempat untuk berziarah. Untuk keperluan tersebut, didalam gua batu itu diletakan sebuah altar, serta patung-patung Sam Po Tay Djien.
Sam Po Kong - Semarang (Setyono Budhy Santosa, 2001)
Menurut cerita, Laksamana Zheng He () sedang mengadakan pelayaran menyusuri pantai laut Jawa dan sampai pada sebuah teluk atau semenanjung. Karena ada awak kapalnya yang sakit, ia memerintahkan membuang sauh. Kemudian ia menyusuri sungai yang sampai sekarang dikenal dengan sungai Kaligarang. Ia mendarat disebuah desa, Simongan. Setelah sampai didaratan, ia menemukan sebuah gua batu dan dipergunakan untuk tempat bersemedi dan bersembahyang. karena ia tertarik dan merasa tenang ditempat itu, ia memutuskan untuk sementara waktu beristirahat dan menetap ditempat tersebut. Sedangkan awak kapalnya yang sakit dirawat dan diberi obat dari ramuan dedaunan yang ada disekitar tempat itu.
Sam Po Kong - Semarang (Setyono Budhy Santosa, 2001)
Konon, setelah Zheng He () meninggalkan tempat tersebut karena ia harus melanjutkan pelayarannya, banyak awak kapalnya yang tinggal di desa Simongan dan kawin dengan penduduk setempat. Mereka bersawah dan berladang ditempat itu. Zheng He memberikan pelajaran bercocok-tanam dan dimalam hari mereka berkumpul didalam gua batu dan Zheng He memberikan pelajaran serta ajaran-ajaran tata cara pergaulan hidup di dunia. Cara bersyukur kepada Sang Pencipta serta menghormati para leluhur - nenek moyang.
Sehingga setalah Zheng He () meninggalkan tempat itu untuk melanjutkan pelayarannya, mereka yang tinggal di Simongan, secara teratur melakukan pemujaan dan penghormatan kepada Zheng He guna menghormati jasa-jasanya. Sekarang peringatan atau sembahyang dilakukan pada setiap tanggal satu dan lima belas.
Sam Po Kong - Semarang (Setyono Budhy Santosa, 2001)
Zheng He () mendapat penghargaan dengan diangkat menjadi Thai Kam dengan gelar San Po atau Sam Po. Seorang Thai Kam adalah seorang pejabat yang dekat dengan keluarga Kaisar. Dan sejak itu Zheng He lebih dikenal dengan sebutan Sam Po Thai kam. Karenanya Zheng He sering juga di sebut Sam Po Tay Djien atau Sam Po Toa Lang. Tay Djien dan Toa Lang artinya orang besar.
Sam Po Kong - Semarang (Setyono Budhy Santosa, 2001)
Mereka memuja Sam Po Kong sebagai orang yang patut dihormati dan dijunjung tinggi serta dimohon berkahnya.
Disebelah kiri gua batu itu terdapat sebuah batu piagam, batu berukir tersebut diukir dalam tiga bahasa: China, Indonesia dan Inggris. Baru berukir tersebut dibuat khusus untuk memperingati kedatangan Zheng He () di Kota Semarang, dan merupakan sumbangan dari keluarga Liem Djing Tjie pada tahun 1960.
Oleh: Robby Sidharta - April 2001
Runtime: 1m:43s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
477
Comments:
0
Added:
1507 days ago
(1 ratings)
From:
j4cky
Views:
1512
Comments:
1
Added:
1597 days ago
Tak Pernah Putus Asa
Lirik lagu:TAK PERNAH PUTUS ASA, Ciptaan:Suriansyah,silahkan jika ada yg berminat dgn lagu ini: Walau aku telah hancur masa depanku tak pasti aku tetaplah bersyukur.Kumasih diberi nafas utk melanjutkan hidup walau dgn susah payah.Kutetap mengayuh sampan,yg membawa masa depan menuju ke hilir.Ke ruang tempatku menempa segala daya dan upaya.Demi kebahagiaan hidup di dunia dan akhir nanti i i i... Ku tak pernah putus asa utk mengarungi dunia pasti Tuhan kan memberi kita.Segala yg diimpikan kan terwujud di hadapan dgn sebuah keyakinan.Dan usaha tak kenal lelah curahkan segala fikiran.
Runtime: 4m:53s
( Not yet rated )
From:
Sursur
Views:
132
Comments:
0
Added:
1191 days ago