Agus Dhukun Presiden Bangsa Monyet
Agus Dhukun mempunyai sahabat Monyet yang diberi nama KeepLy Dhukun. Semua Monyet di daerah Pusuk, Lombok - NTB adalah teman setia bagi Agus Dhukun. Oleh sebab itu, belum lama ini Agus Dhukun mendapat gelar Kebangsawanan dari Kerajaan Monyet sebagai penghargaan dari Raja Monyet. Gelar Kebangsawanan ini sangat spesial, pertama dan satu-satunya yang diberikan oleh Raja Monyet kepada Agus Dhukun. Karena sepanjang sejarah di manapun Kerajaan Monyet berada, belum pernah ada Manusia yang memperoleh Gelar ini. Berdasarkan hasil Musyawarah Bangsa Monyet sedunia, telah diambil suatu kesepakatan bahwa Agus Dhukun akan diangkat menjadi Presiden Monyet Sedunia. Bagi Agus Dhukun, ini adalah suatu hal yang menyenangkan, karena di dunia Monyet tidak ada yang namanya pertikaian dan peperangan menggunakan senjata, tidak ada persaingan secara politis, adu domba, apalagi saling sikut-sikutan dan saling menjatuhkan untuk memperoleh suatu kursi empuk dalam suatu pemerintahan. Dan yang lebih membanggakan, untuk menjadi orang No. 1 di dunia Monyet, Agus Dhukun tidak mengeluarkan biaya besar untuk kampanye, selain itu para Monyet pendukung sangat setia dan memiliki loyalitas yang tinggi sehingga tidak satupun Monyet yang mempunyai kepentingan politis yang mengatas namakan Rakyat Monyet untuk mencapai kepentingan pribadi maupun golongan.
Runtime: 1m:54s
( Not yet rated )
From:
AGUS_DHUKUN
Views:
213
Comments:
0
Added:
113 days ago
GAME - Nusantara Online
Coming soon 2009,
Game online pertama buatan anak negri sendiri.
Cerita diambil dari sejarah, dan penuh dengan visualisasi yg juga berdasarkan bukti2 sejarah negri kita.
Runtime: 1m:50s
( Not yet rated )
From:
opulid
Views:
219
Comments:
2
Added:
616 days ago
Lawang Sewu
Lawang Sewu merupakan sebuah Gedung di Semarang, Jawa Tengah yang merupakan kantor dari Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1903 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda Semarang yang dahulu disebut Wilhelmina Plein.
Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu). Ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang banyak sekali (dalam kenyataannya pintu yang ada tidak sampai seribu, mungkin juga karena jendela bangunan ini tinggi dan lebar, masyarakat juga menganggapnya sebagai pintu).
Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Jawatan Kereta Api Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa pertempuran lima hari di Semarang, di gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan SK Wali Kota 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.
Saat ini bangunan yang berusia 100 tahun tersebut kosong dan bereputasi buruk sebagai bangunan angker dan seram. Sesekali digunakan sebagai tempat pameran, diantaranya Semarang Expo dan Tourism Expo.Pernah ada juga wacana yang ingin mengubahnya menjadi hotel.
Runtime: 2m:33s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
6212
Comments:
1
Added:
881 days ago
Museum Mandala Bhakti
Museum Mandala Bhakti
Lokasi :Jl. Mgr.Sugiyopranoto Semarang
Pemilik:Kodam IV Diponegoro
Penggunaan:
semula:Raad van Justitie
Sekarang : Museum Mandala Bhakti
Tanggal Pembangunan:
Merupakan bangunan setangkup fadase tunggal. Memiliki dua lantai dan orientasi bangunan ke arah Utara. Pondasi dari batu, srtuktur dari bata dan dinding dari bata berplester.Bentuk atap limasan dengan bahan penutup dari genteng. Terdapat serambi pada sepanjang sisi depan bangunan, baik pada lantai pertama maupun lantai kedua.Serambi lantai pertama dinaungi lantai balkom lantai kedua. Sedangkan serambi lantai kedua dengan atap yang menyatu dengan bangunan utama. Serambi ini sebagian dinding bagian atas. Entrance tampil menonjol dengan pelubangan yang berfungsi sebagai bovenlicht dan elemen estetis. Demikian juga dinding sebelahnya, dihiasi dengan lubang-lubang yang memberi kesan formal pada fasadenya. Di atas pelubangan ini, juga terdapat angin dari tatanan rooster.
Bangunan ini pertama kali dirancang sebagai Raad van Justitie atau Pengadilan Tinggi bagi golongan rakyat Eropa di Semarang. Maka tidaklah heran apabila massanya sedemikian formal dan kaku. Perancangnya adalah arsitek I. Kuhr E. dari Firma Ooiman dan van Leeuwen. Bangunan ini terletak frontal dari arah jl. Pemuda tepat di depannya adalah lapangan Tugumuda (d.h Wilhelmina plein).Melihat dari tahun berkaryanya Ir. Kuhr E. di Indonesia, diperkirakan bahwa bangunan Raad van Justitie ini dibangun sekitar tahun 1930. Tahun 1950-an bangunan ini digunakan oleh Kodam IV Diponegoro sebagai Markas Besar Komando Wilayah Pertahanan II. Sekarang digunakan oleh Kodam IV Diponegoro sebagai Museum Mandala Bhakti. Setelah Tugumuda dibangun pada tahun 1950, ternyata tugu ini tidak diletakkan si pusat bundaran, melainkan agak ke tepi, ke arah museum ini, agar sumbu utama bundaran mengarah langsung dan menerus dari Jalan Pemuda.
Runtime: 2m:17s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
1961
Comments:
0
Added:
881 days ago
Museum Ronggowarsito
Museum Jawa Tengah Ronggowarsito, termasuk museum propinsi terbesar di Indonesia dalam hal jumlah koleksi dan keluasan bangunan terletak pada Jalan Abdulrahman Saleh Nomor 1 Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, persis di sebelah bundaran Kalibanteng. Terletak dekat bandara Ahmad Yani di Semarang dan hanya 4 km jauhnya dari pusat kota ke arah barat.
Museum Jawa Tengah Ronggowarsito dapat dihubungi via :
Telpon/fax : (6224) 760238
Email : cs@museumronggowarsito.org
Museum yang terletak di Jl. Abdul Rahman Saleh ini merupakan museum terlengkap di Semarang yang memiliki koleksi mengenai sejarah, alam, arkeologi, kebudayaan, era pembangunan dan wawasan nusantara. Dengan nama yang diambil dari salah satu pujangga Indonesia yang terkenal dengan hasil karyanya dalam bidang filsafat dan kebudayaan, museum ini menempati luas tanah 1,8 ha. Museum ini dibuka setiap hari pukul 08.00-14.00 WIB kecuali hari Senin.
Runtime: 2m:15s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
2670
Comments:
0
Added:
881 days ago
Nike Football Write The Future
Masanya telah tiba untuk pemain mencatat nama dalam sejarah. Satu sentuhan, takal atau adu gratis dapat menghancurkan harapan negara ataupun sebaliknya dibangun patung idola untuk menghormatinya. Drogba, Rooney dan Ronaldo siap untuk mencatit masa depan.
Runtime: 0m:16s
( Not yet rated )
From:
yoniarshad
Views:
188
Comments:
0
Added:
94 days ago
Sam Po Kong
Gedung batu Sam Po Kong adalah sebuah petilasan. yaitu bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok bernama Zheng He / Cheng Ho () atau lebih lazim dikenal sebagai Sam Po Tay Djien. Terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang.
Disebut Gedung Batu karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Sekarang tempat tersebut dijadikan tempat peringatan dan tempat pemujaan atau bersembahyang serta tempat untuk berziarah. Untuk keperluan tersebut, didalam gua batu itu diletakan sebuah altar, serta patung-patung Sam Po Tay Djien.
Sam Po Kong - Semarang (Setyono Budhy Santosa, 2001)
Menurut cerita, Laksamana Zheng He () sedang mengadakan pelayaran menyusuri pantai laut Jawa dan sampai pada sebuah teluk atau semenanjung. Karena ada awak kapalnya yang sakit, ia memerintahkan membuang sauh. Kemudian ia menyusuri sungai yang sampai sekarang dikenal dengan sungai Kaligarang. Ia mendarat disebuah desa, Simongan. Setelah sampai didaratan, ia menemukan sebuah gua batu dan dipergunakan untuk tempat bersemedi dan bersembahyang. karena ia tertarik dan merasa tenang ditempat itu, ia memutuskan untuk sementara waktu beristirahat dan menetap ditempat tersebut. Sedangkan awak kapalnya yang sakit dirawat dan diberi obat dari ramuan dedaunan yang ada disekitar tempat itu.
Sam Po Kong - Semarang (Setyono Budhy Santosa, 2001)
Konon, setelah Zheng He () meninggalkan tempat tersebut karena ia harus melanjutkan pelayarannya, banyak awak kapalnya yang tinggal di desa Simongan dan kawin dengan penduduk setempat. Mereka bersawah dan berladang ditempat itu. Zheng He memberikan pelajaran bercocok-tanam dan dimalam hari mereka berkumpul didalam gua batu dan Zheng He memberikan pelajaran serta ajaran-ajaran tata cara pergaulan hidup di dunia. Cara bersyukur kepada Sang Pencipta serta menghormati para leluhur - nenek moyang.
Sehingga setalah Zheng He () meninggalkan tempat itu untuk melanjutkan pelayarannya, mereka yang tinggal di Simongan, secara teratur melakukan pemujaan dan penghormatan kepada Zheng He guna menghormati jasa-jasanya. Sekarang peringatan atau sembahyang dilakukan pada setiap tanggal satu dan lima belas.
Sam Po Kong - Semarang (Setyono Budhy Santosa, 2001)
Zheng He () mendapat penghargaan dengan diangkat menjadi Thai Kam dengan gelar San Po atau Sam Po. Seorang Thai Kam adalah seorang pejabat yang dekat dengan keluarga Kaisar. Dan sejak itu Zheng He lebih dikenal dengan sebutan Sam Po Thai kam. Karenanya Zheng He sering juga di sebut Sam Po Tay Djien atau Sam Po Toa Lang. Tay Djien dan Toa Lang artinya orang besar.
Sam Po Kong - Semarang (Setyono Budhy Santosa, 2001)
Mereka memuja Sam Po Kong sebagai orang yang patut dihormati dan dijunjung tinggi serta dimohon berkahnya.
Disebelah kiri gua batu itu terdapat sebuah batu piagam, batu berukir tersebut diukir dalam tiga bahasa: China, Indonesia dan Inggris. Baru berukir tersebut dibuat khusus untuk memperingati kedatangan Zheng He () di Kota Semarang, dan merupakan sumbangan dari keluarga Liem Djing Tjie pada tahun 1960.
Oleh: Robby Sidharta - April 2001
Runtime: 1m:43s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
1859
Comments:
0
Added:
881 days ago
( Not yet rated )
From:
hailnews
Views:
320
Comments:
2
Added:
271 days ago
Tugu Muda
Lokasi : Jl. Pemuda Semarang
Pemilik : Pemda Tingkat I Jawa Tengah
Sejarah :
Merupakan tugu yang berpenampang segi lima. Terdiri dari bagian yaitu landasan, badan dan kepala. Pasa sisi landasan tugu terdapat relief. Keseluruhan tugu dibuat dari batu. Untuk memperkuat kesan tugunya, dibuat kolam hias dan taman pada sekeliling tugu. Bangunan yang berada disekitar tugumuda adalah lawang sewu, Kantor BDNI, Rumah Dinas Gubernur Jateng, Museum Manggala Bakti dan Katedral.
Bermula dari ide untuk mendirikan monumen yang memperingati peristiwa Pertempuran Lima hari di Semarang. Pada tanggal 28 Oktober 1945, Gubernur Jawa Tengah, Mr. Wongsonegoro meletakkaan batu pertama pada lokasi yang direncanakan semula yaitu didekat Alun-alun. Namun karena pada bulan Nopember 1945 meletus perang melawan Sekutu dan Jepang, proyek ini menjadi terbengkalai. Kemudian tahun 1949, oleh Badan Koordinasi Pemuda Indonesia (BKPI), diprakarsai ide pembangunan tugu kembali, namun karena kesulitan dana, ide ini jugaa belum terlaksana. Tahun 1951, Walikota Semarang, Hadi Soebeno Sosro Wedoyo, membentuk Panitia Tugu Muda, dengan rencana pembangunan tidak lagi pada lokasi alun-alun, tetapi pada lokasi sekarang ini. Desain tugu dikerjakan oleh Salim, sedangkan relief pada tugu dikerjakan oleh seniman Hendro. Batu yang digunakan antara lain didatangkan dari kaliuang dan Paker. Tanggal 10 Nopember 1951, diletakkan batu pertama oleh Gubernur Jateng Boediono dan pada tanggal 20 Mei 1953, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Tugu Muda diresmikaan oleh Soekarno, Presiden Republik Indonesia. Hingga sekarang, cukup banyak perubahan yang telah dilakukan terhadap arca di sekitar tugu muda, antara lain pembuatan taman dan kolam.
from tugumuda.com
Runtime: 2m:24s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
2303
Comments:
0
Added:
881 days ago