AADC cover-R3
R3-Reza Rama Rully(lily). Ini gw sendirian iseng banget kurang kerjaan. Kordnya acak kadutt maennya gak keruan jadi maap yah yang penting nadanya mirip gtu hehehehe...jgn lupa rating n komennya...enjoy..
Runtime: 4m:4s
( Not yet rated )
From:
lilylily
Views:
745
Comments:
3
Added:
1151 days ago
( Not yet rated )
From:
brewok
Views:
179
Comments:
3
Added:
1379 days ago
( Not yet rated )
From:
semauGUE
Views:
1194
Comments:
3
Added:
1313 days ago
Dangdut dan deep purple
ini bit musiknya nyentrik. Bisaan rhoma, ngawinin antara dangdut sama rock, soul deep purplenya nyatra bener.
Runtime: 4m:53s
( Not yet rated )
From:
uCing0k
Views:
433
Comments:
0
Added:
301 days ago
( Not yet rated )
From:
SocialMedia8
Views:
1281
Comments:
0
Added:
768 days ago
( Not yet rated )
From:
SocialMedia8
Views:
1295
Comments:
0
Added:
768 days ago
( Not yet rated )
From:
SocialMedia8
Views:
1328
Comments:
1
Added:
775 days ago
( Not yet rated )
From:
SocialMedia8
Views:
1302
Comments:
0
Added:
768 days ago
( Not yet rated )
From:
Nallu
Views:
243
Comments:
0
Added:
1405 days ago
Embun
711 Matraman
Runtime: 2m:22s
( Not yet rated )
From:
Utiarahman_ZuL88
Views:
280
Comments:
0
Added:
384 days ago
( Not yet rated )
From:
Hyde
Views:
1021
Comments:
4
Added:
1308 days ago
high and dry cover-R3
R3-Reza Rama Rully(lily). Whaaa kali ini formasi lengkap hehehe. Kita ngecover lagunya Radiohead-High and Dry. Jangan lupa rating n komennya yaaahh...tengkyuuuhh
Runtime: 4m:37s
( Not yet rated )
From:
lilylily
Views:
975
Comments:
2
Added:
1151 days ago
Hotel california cover-R3
R3-Reza Rama Rully(lily). Kali ini gw yang ngga ada cuma Reza ama Rama. Mereka ngecover lagunya Eagle-Hotel California. Gw ntar ditengah-tengah tb2 dateng (suara doank) krb g tau kalo mereka lagi ngerekam hahahaha...Maap yaah kualitas videonya g seberapa bagus (webcam murah hehehe). Jgn lupa rating n komennyahh...thank you
Runtime: 3m:14s
( Not yet rated )
From:
lilylily
Views:
287
Comments:
0
Added:
1151 days ago
( Not yet rated )
From:
Hyde
Views:
570
Comments:
0
Added:
1307 days ago
Jari Band
Vocal : Rumy, Guitar : Aseng & Aby, Bass : Iqbal, Keyboard : Yuvy, Drum : Reza
Production : Virgo Ramayana Record
Runtime: 5m:10s
( Not yet rated )
From:
Dhe
Views:
326
Comments:
1
Added:
332 days ago
( Not yet rated )
From:
dadandarusman
Views:
324
Comments:
0
Added:
710 days ago
Kembang Api Radja
Sayang, ngeshotnya ga dari deket. Ini waktu konser Radja di Asrama Brimob Kelapa Dua, males nonton, jd ngeliat kembang apinya dari rumah.
Runtime: 2m:52s
( Not yet rated )
From:
harika
Views:
1144
Comments:
0
Added:
1510 days ago
Kuburan Feat. Ebith Beat A - Buka Puasa
Assalamualaikum.... Ada klip terbarunya Kuburan bareng sama Ebith Beat A nih buat nemenin dan ngingetin kita selama bulan Puasa. Semoga membawa berkah :)
Hai kalian orang2 yg beriman, biasakanlah utk tetap tertawa di bulan suci Ramadhan ini dgn cara aktifkan RBT Kuburan feat. Ebith - Buka Puasa :
Telkomsel : ketik SIAGA5 kirim ke 1212
XL : ketik PUASA kirim ke 1818
Indosat : ketik MG(spasi)PUASA kirim ke 808
Esia : ketik RING(spasi)2261440 kirim ke 888
Insya Allah akan membawa berkah di bulan yang suci ini. Amiiiiiiinnn....
Runtime: 3m:59s
( Not yet rated )
From:
grooveboxita
Views:
841
Comments:
0
Added:
551 days ago
Lagu cover Eric Clapton- R3
R3-Reza Rama Rully(lily). Cuma iseng-iseng ngecover lagunya Eric Clapton-Change the world hehehe dann waktu itu webcamnya baru (tp g sberapa bgus suaranya dluan tp gerakan di videonya telatt hehehe). Harap maklum yaaaaaahhhh... jgn lupa komen n ratingnya yaaa =)
Runtime: 4m:8s
( Not yet rated )
From:
lilylily
Views:
177
Comments:
0
Added:
1151 days ago
Lagu cover Natasha Bedingfield-R3
R3-Reza Rama Rully(lily). Kali ini Reza ngga ada cm gw ama Rama ngecover lagunya Natasha Bedingfield-Unwritten. Jangan lupa kasih komen and rating yaahhh..
Runtime: 4m:9s
(1 ratings)
From:
lilylily
Views:
370
Comments:
2
Added:
1151 days ago
Lost in Love
the long awaited movie and novel Lost in Love, from the author of Eiffel Im in Love novel Rachmania Arunia
Premieres 22 May 2008
www.lostinlovethemovie.com
http://www.facebook.com/group.php?gid=7348591377
Runtime: 1m:0s
( Not yet rated )
From:
steph
Views:
492
Comments:
0
Added:
1384 days ago
Lumpia
Lumpia Semarang
Dari Wikipedia Indonesia
Lumpia Semarang adalah makanan semacam rollade berisi rebung, telur, dan daging ayam atau udang.
Citarasa lumpia Semarang adalah perpaduan rasa Tionghoa dan Indonesia, karena memang penemunya adalah orangTionghoa Semarang yang menikah dengan orang Indonesia.
Makanan ini mulai dijajakan dan dikenal di Semarang pada waktu pesta olahraga GANEFO pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
[sunting] Variasi Lumpia Semarang
Di Semarang dewasa ini ada lima �aliran� lumpia Semarang dengan cita rasa berbeda. Pertama aliran Gang Lombok (Siem Swie Kiem), kedua aliran Jalan Pemuda (almarhum Siem Swie Hie), dan ketiga aliran Jalan Mataram (almarhumah Siem Hwa Nio). Ketiga aliran ini berasal dari satu keluarga Siem Gwan Sing�Tjoa Po Nio yang merupakan menantu dan putri tunggal pencipta lumpia Semarang, Tjoa Thay Yoe�Wasih.
Aliran keempat adalah sejumlah bekas pegawai lumpia Jalan Pemuda, dan aliran kelima adalah orang-orang dengan latar belakang hobi kuliner yang membuat lumpia dengan resep hasil pembelajaran dari lumpia yang sudah beredar.
Generasi tertua saat ini, yaitu generasi ketiga Siem Swie Kiem (65), tetap setia melayani konsumennya di kios warisan ayahnya (Siem Gwan Sing) di Gang Lombok 11. Keistimewaan lumpia Gang Lombok ini menurut sejumlah penggemarnya yang sempat ditemui di kios tersebut adalah racikan rebungnya tidak berbau, juga campuran telur dan udangnya tidak amis.
Lumpia buatan generasi keempat dapat kita peroleh di kios lumpia Mbak Lien alias Siem Siok Lien (43) di Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran. Mbak Lien meneruskan kios almarhum ayahnya, Siem Swie Hie, yang merupakan abang dari Siem Swie Kiem, di Jalan Pemuda (mulut Gang Grajen) sambil membuka dua cabang di Jalan Pandanaran.
Kekhasan lumpia Mbak Lien ini adalah isinya yang ditambahi racikan daging ayam kampung. Ketika awal mula meneruskan usaha almarhum ayahnya, Mbak Lien membuat tiga macam lumpia, yaitu lumpia isi udang, lumpia isi ayam (untuk yang alergi udang), dan lumpia spesial berisi campuran udang serta ayam. Tetapi, karena merasa kerepotan dan apalagi kebanyakan pembeli suka yang spesial, sekarang Mbak Lien hanya membuat satu macam saja, yaitu lumpia istimewa dengan isi rebung dicampur udang dan ayam.
Adapun generasi keempat lainnya, yaitu anak-anak dari almarhum Siem Hwa Nio (kakak perempuan dari Siem Swie Kiem) meneruskan kios ibunya di Jalan Mataram (Jalan MT Haryono) di samping membuka kios baru di beberapa tempat di Kota Semarang. Di antara anak-anak almarhum Siem Hwa Nio ini ada juga yang membuka cabang di Jakarta. Bahkan ada cucu almarhum Siem Hwa Nio sebagai generasi kelima membuka kios lumpia sendiri di Semarang.
Selain keluarga-keluarga leluhur pencipta lumpia semarang tersebut, sekarang banyak juga orang-orang �luar� yang membuat lumpia semarang. Mereka umumnya mantan karyawan mereka. Mereka yang mempunyai hobi kuliner juga turut meramaikan bisnis lumpia semarang dengan membuat lumpia sendiri, seperti Lumpia Ekspres, Phoa Kiem Hwa dari Semarang International Family and Garden Restaurant di Jalan Gajah Mada, Semarang.
[sunting] Harga Lumpia Semarang
Harga lumpia yang dijual para pedagang tersebut berbeda-beda. Kios lumpia Gang Lombok milik Siem Swie Kiem, misalnya, menjual dengan harga Rp 6.000 per biji (goreng/basah). Kios di Jalan Pemuda milik Mbak Lien menjual dengan harga Rp 5.500 per biji. Sedangkan pedagang-pedagang lumpia lain menjual dengan harga sekitar Rp 2.500 per biji.
Runtime: 3m:28s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
922
Comments:
1
Added:
1399 days ago
Mama Irma Mama Dian
Mama Irma (mama dari Sheilla Mamamia) dan Mama Dian (mama dari Cinta Mamamia) sebagai manager dari anak2nya lagi kecapean abis latihan di indosiar untuk acara ultah indosiar, sambil rencanain lagu2 untuk artis mereka, sang anak tercinta...
Runtime: 2m:4s
(3 ratings)
From:
sheilla
Views:
1370
Comments:
1
Added:
1484 days ago
Masjid Agung Jawa Tengah
Masjid Agung Jawa Tengah
�Sucining guna gapuraning gusti.� Itulah candra sengkala pembangunan Masjid Agung Jateng (MAJ), yang sama dengan tahun 1934 Saka.
Artinya, kemauan dan upaya yang tulus membawa ke arah rida Allah.
MENARA Asmaul Husna, yang berdiri kokoh di sudut barat daya Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) merupakan salah satu daya tarik kawasan itu. Dari bentuknya, bangunan setinggi 99 meter�yang melambangkan nama-nama Allah itu�dikonsep sebagai replika Menara Kudus. Sejak menara itu selesai dibangun, banyak pengunjung yang datang untuk sekadar melihat atau berfoto bersama. Lihatlah, seorang ibu dan dua anaknya yang tengah berpose laiknya model, di depan menara itu.
Sementara, si bapak nampak sibuk mengarahkan kamera-nya untuk menentukan posisi gambar. Kadang-kadang dia sampai berjongkok agar menara itu bisa menjadi background foto keluarganya. Sudah lama kami mendengar tentang kemegahan dan keindahan MAJT. Baru kali ini, kami melihatnya secara langsung. Ya, sekalian mengenalkan anak pada masjid supaya mereka bisa lebih dekat,�� tutur Muslih (39), warga Gombong, Kebumen itu. Dia datang untuk menyambangi keluarga yang tinggal di Semarang. Senyampang anak-anak tengah libur sekolah, mereka diajaknya serta. Nah, setelah kegiatan keluarga rampung, mereka menyempatkan diri mampir berwisata ke MAJT. Tadi juga sudah naik ke menara. Enak, bisa lihat-lihat kota dari atas,�� timpal Endika (12), anak sulung Muslih. Untuk bisa naik ke menara, mereka cukup membayar Rp 2.000 per orang.
Di atas menara tersedia sejumlah teropong untuk melihat Kota Semarang dari ketinggian. Teropong itu bisa dioperasikan jika pengunjung memasukkan koin. Cukup dengan Rp 1.000 mereka bisa menikmati teropong itu selama 1,5 menit. Sekadar informasi, penara yang terdiri atas 20 lantai itu rencananya digunakan untuk museum Islam dan lantai berputar (devolving floor). Lantai paling atas dapat digunakan melihat hilal, penentuan awal Ramadan atau Idul Fitri. Akulturasi Budaya MAJT yang terletak di Jl Gajahraya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari itu memang telah menjelma sebagai tempat wisata alternatif, yang kental dengan nuansa religi di dalamnya. Konsep bangunan yang menggabungkan arsitektur Jawa, Islam, dan Roma itu merupakan pemikat bagi pengunjung yang datang Daya tarik lainnya, berbagai memorabilia yang terkait dengan syiar Islam. Yang sudah ada sekarang, Alquran raksasa tulisan tangan yang merupakan karya H Hayatuddin, khattat (penulis kaligrafi) dari Universitas Sains dan Ilmu Alquran (Unsyiq) Jateng di Wonosobo. Selain itu, ada pula replika beduk raksasa Purworejo, yang dibuat oleh para santri Pesantren Alfalah Mangunsari, Jatilawang, Banyumas. MAJT dibangun pada lahan banda Masjid Kauman seluas 10 hektare, dengan luas bangunan hanya 27.900 meter persegi. Kompleks MAJT itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai sarana sosial dan bisnis, seperti ruang perkantoran, convention hall, penginapan, dan bangunan kios. Bangunan masjid tak menunjukkan kesan mewah, tapi dapat menampung hingga 13.000 umat. Dibandingkan bangunan pendampingnya, bangunan masjid lebih sederhana namun memberi kesan teduh. Pemilihan warna maupun penataan interior masjid dirancang dengan cermat. Rancangan bentuk dan hiasan di dalam masjid didominasi pengaruh dua budaya, Jawa dan Islam. Bentuk kubah, lengkungan, geometri bintang delapan, dan kaligrafi mencerminkan budaya Islam.
Budaya Jawa diwujudkan dalam pemilihan ragam hias. Wayang kulit purwa dan batik menghiasi beberapa bagian masjid. Tepat di bagian tengah masjid terdapat empat tiang. Semua tiang itu dihubungkan dengan lengkungan berwarna putih yang diilhami dari gaya Andalusia. Dasar dari empat tiang itu dihiasi berbagai bentuk ragam hias batik, seperti tumpal, untu walang, kawung, dan parang-parangan. Kesan teduh dan sederhana dihasilkan dari pemilihan warna di bagian dalam masjid. Tiang di langit-langit masjid dan pintu kayu dicat warna hijau. Pintu itu mirip pintu di rumah Jawa, memiliki lubang sehingga angin leluasa keluar masuk. Selain hijau, warna yang mendominasi adalah putih, cokelat, dan krem. Sebagian langit-langit yang berhiaskan bentuk geometri bersegi delapan berwarna krem. Puncak kubah berwarna putih, rencananya akan dihiasi dengan kalimat "Laa ilaaha illallah" dari bahan tembaga. Leher kubah masjid dihiasi kaligrafi surat An Nuur Ayat 35. Konsep Masjid Agung Raya Jateng mengusung paduan budaya Islam dan Jawa. Ciri pertama yang menunjukkan hal itu adalah bentuk atap. Atap masjid berbentuk tajuk, khas masjid Jawa, seperti yang ditemukan di Masjid Agung Demak.
Konsep tajuk itu digabungkan dengan kubah dan minaret, ciri khas masjid pada umumnya. Sementara itu, di plaza depan masjid akan dipasang enam payung berdiameter 48 meter, seperti dilakukan di Masjid Nabawi, Madinah. Ini untuk melindungi jamaah dari sengatan panas matahari.
-from infosemarang.net
Runtime: 2m:4s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
852
Comments:
0
Added:
1399 days ago