Bandar Udara Internasional Achmad Yani
Bandar Udara Internasional Achmad Yani
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Kode IATA SRG
Kode ICAO WARS
Lokasi Semarang, Jawa Tengah
Negara Indonesia
Pengelola {{{pengelola}}}
Tipe sipil dan militer
Zona waktu UTC+7
Elevasi 3 m (10 f)
Koordinat 6� 58′ 21,82″ LS,
110� 22′ 31,31″ BT
Landas pacu
Arah Panjang Permukaan
ft m
13/31 7.388 2.252 aspal
Bandar Udara Internasional Achmad Yani (IATA: SRG, ICAO: WARS) yang terletak di kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Nama bandara ini diambil dari salah satu pahlawan revolusi Indonesia, Achmad Yani. Peresmian menjadi bandara internasional berlangsung dalam penerbangan perdana Garuda Indonesia ke Singapura bulan Maret 2004.
[sunting] Data bandara
Landasan utama: 2.252 x 45 m
Jumlah penumpang setiap hari: 1.600 sampai 2.000 (2006)
[sunting] Perusahaan penerbangan
Garuda Indonesia (Jakarta Soekarno-Hatta International Airport, Singapore)
Adam Air (Jakarta Soekarno-Hatta International Airport)
Lion Air (Jakarta Soekarno-Hatta International Airport)
Batavia Air (Jakarta Soekarno-Hatta International Airport, Pontianak)
Mandala Airlines (Jakarta Soekarno-Hatta International Airport)
Sriwijaya Air (Jakarta Soekarno-Hatta International Airport, Surabaya)
[sunting] Rencana masa depan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memulai projek ini tahun 2005 dan diharapkan selesai tahun 2008. Bandar udara internasional Achmad Yani nanti akan memiliki fasilitas berikut ini,
Perpanjangan landasan � Landasan sepanjang 2.620 m yang mampu menampung Boeing 777, Boeing 747, MD-11, Airbus A340 and Airbus A330.
Terminal baru yang lebih besar � Terminal baru ini akan dibangun di sebelah utara terminal lama, seluas 21.500 meter persegi dan mampu menangani dua pesawat ukuran besar dan 8 pesawat ukuran kecil.
Runtime: 2m:36s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
355
Comments:
0
Added:
1507 days ago
( Not yet rated )
From:
UnseenTV
Views:
555
Comments:
1
Added:
472 days ago
( Not yet rated )
From:
ichwan
Views:
158
Comments:
1
Added:
123 days ago
( Not yet rated )
From:
Irwan
Views:
370
Comments:
0
Added:
1171 days ago
Lawang Sewu
Lawang Sewu merupakan sebuah Gedung di Semarang, Jawa Tengah yang merupakan kantor dari Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1903 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda Semarang yang dahulu disebut Wilhelmina Plein.
Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu). Ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang banyak sekali (dalam kenyataannya pintu yang ada tidak sampai seribu, mungkin juga karena jendela bangunan ini tinggi dan lebar, masyarakat juga menganggapnya sebagai pintu).
Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Jawatan Kereta Api Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa pertempuran lima hari di Semarang, di gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan SK Wali Kota 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.
Saat ini bangunan yang berusia 100 tahun tersebut kosong dan bereputasi buruk sebagai bangunan angker dan seram. Sesekali digunakan sebagai tempat pameran, diantaranya Semarang Expo dan Tourism Expo.Pernah ada juga wacana yang ingin mengubahnya menjadi hotel.
Runtime: 2m:33s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
1953
Comments:
1
Added:
1507 days ago
Lumpia
Lumpia Semarang
Dari Wikipedia Indonesia
Lumpia Semarang adalah makanan semacam rollade berisi rebung, telur, dan daging ayam atau udang.
Citarasa lumpia Semarang adalah perpaduan rasa Tionghoa dan Indonesia, karena memang penemunya adalah orangTionghoa Semarang yang menikah dengan orang Indonesia.
Makanan ini mulai dijajakan dan dikenal di Semarang pada waktu pesta olahraga GANEFO pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
[sunting] Variasi Lumpia Semarang
Di Semarang dewasa ini ada lima �aliran� lumpia Semarang dengan cita rasa berbeda. Pertama aliran Gang Lombok (Siem Swie Kiem), kedua aliran Jalan Pemuda (almarhum Siem Swie Hie), dan ketiga aliran Jalan Mataram (almarhumah Siem Hwa Nio). Ketiga aliran ini berasal dari satu keluarga Siem Gwan Sing�Tjoa Po Nio yang merupakan menantu dan putri tunggal pencipta lumpia Semarang, Tjoa Thay Yoe�Wasih.
Aliran keempat adalah sejumlah bekas pegawai lumpia Jalan Pemuda, dan aliran kelima adalah orang-orang dengan latar belakang hobi kuliner yang membuat lumpia dengan resep hasil pembelajaran dari lumpia yang sudah beredar.
Generasi tertua saat ini, yaitu generasi ketiga Siem Swie Kiem (65), tetap setia melayani konsumennya di kios warisan ayahnya (Siem Gwan Sing) di Gang Lombok 11. Keistimewaan lumpia Gang Lombok ini menurut sejumlah penggemarnya yang sempat ditemui di kios tersebut adalah racikan rebungnya tidak berbau, juga campuran telur dan udangnya tidak amis.
Lumpia buatan generasi keempat dapat kita peroleh di kios lumpia Mbak Lien alias Siem Siok Lien (43) di Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran. Mbak Lien meneruskan kios almarhum ayahnya, Siem Swie Hie, yang merupakan abang dari Siem Swie Kiem, di Jalan Pemuda (mulut Gang Grajen) sambil membuka dua cabang di Jalan Pandanaran.
Kekhasan lumpia Mbak Lien ini adalah isinya yang ditambahi racikan daging ayam kampung. Ketika awal mula meneruskan usaha almarhum ayahnya, Mbak Lien membuat tiga macam lumpia, yaitu lumpia isi udang, lumpia isi ayam (untuk yang alergi udang), dan lumpia spesial berisi campuran udang serta ayam. Tetapi, karena merasa kerepotan dan apalagi kebanyakan pembeli suka yang spesial, sekarang Mbak Lien hanya membuat satu macam saja, yaitu lumpia istimewa dengan isi rebung dicampur udang dan ayam.
Adapun generasi keempat lainnya, yaitu anak-anak dari almarhum Siem Hwa Nio (kakak perempuan dari Siem Swie Kiem) meneruskan kios ibunya di Jalan Mataram (Jalan MT Haryono) di samping membuka kios baru di beberapa tempat di Kota Semarang. Di antara anak-anak almarhum Siem Hwa Nio ini ada juga yang membuka cabang di Jakarta. Bahkan ada cucu almarhum Siem Hwa Nio sebagai generasi kelima membuka kios lumpia sendiri di Semarang.
Selain keluarga-keluarga leluhur pencipta lumpia semarang tersebut, sekarang banyak juga orang-orang �luar� yang membuat lumpia semarang. Mereka umumnya mantan karyawan mereka. Mereka yang mempunyai hobi kuliner juga turut meramaikan bisnis lumpia semarang dengan membuat lumpia sendiri, seperti Lumpia Ekspres, Phoa Kiem Hwa dari Semarang International Family and Garden Restaurant di Jalan Gajah Mada, Semarang.
[sunting] Harga Lumpia Semarang
Harga lumpia yang dijual para pedagang tersebut berbeda-beda. Kios lumpia Gang Lombok milik Siem Swie Kiem, misalnya, menjual dengan harga Rp 6.000 per biji (goreng/basah). Kios di Jalan Pemuda milik Mbak Lien menjual dengan harga Rp 5.500 per biji. Sedangkan pedagang-pedagang lumpia lain menjual dengan harga sekitar Rp 2.500 per biji.
Runtime: 3m:28s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
1128
Comments:
1
Added:
1507 days ago
(1 ratings)
From:
akulupa
Views:
1047
Comments:
2
Added:
1456 days ago
Masjid Agung Jawa Tengah
Masjid Agung Jawa Tengah
�Sucining guna gapuraning gusti.� Itulah candra sengkala pembangunan Masjid Agung Jateng (MAJ), yang sama dengan tahun 1934 Saka.
Artinya, kemauan dan upaya yang tulus membawa ke arah rida Allah.
MENARA Asmaul Husna, yang berdiri kokoh di sudut barat daya Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) merupakan salah satu daya tarik kawasan itu. Dari bentuknya, bangunan setinggi 99 meter�yang melambangkan nama-nama Allah itu�dikonsep sebagai replika Menara Kudus. Sejak menara itu selesai dibangun, banyak pengunjung yang datang untuk sekadar melihat atau berfoto bersama. Lihatlah, seorang ibu dan dua anaknya yang tengah berpose laiknya model, di depan menara itu.
Sementara, si bapak nampak sibuk mengarahkan kamera-nya untuk menentukan posisi gambar. Kadang-kadang dia sampai berjongkok agar menara itu bisa menjadi background foto keluarganya. Sudah lama kami mendengar tentang kemegahan dan keindahan MAJT. Baru kali ini, kami melihatnya secara langsung. Ya, sekalian mengenalkan anak pada masjid supaya mereka bisa lebih dekat,�� tutur Muslih (39), warga Gombong, Kebumen itu. Dia datang untuk menyambangi keluarga yang tinggal di Semarang. Senyampang anak-anak tengah libur sekolah, mereka diajaknya serta. Nah, setelah kegiatan keluarga rampung, mereka menyempatkan diri mampir berwisata ke MAJT. Tadi juga sudah naik ke menara. Enak, bisa lihat-lihat kota dari atas,�� timpal Endika (12), anak sulung Muslih. Untuk bisa naik ke menara, mereka cukup membayar Rp 2.000 per orang.
Di atas menara tersedia sejumlah teropong untuk melihat Kota Semarang dari ketinggian. Teropong itu bisa dioperasikan jika pengunjung memasukkan koin. Cukup dengan Rp 1.000 mereka bisa menikmati teropong itu selama 1,5 menit. Sekadar informasi, penara yang terdiri atas 20 lantai itu rencananya digunakan untuk museum Islam dan lantai berputar (devolving floor). Lantai paling atas dapat digunakan melihat hilal, penentuan awal Ramadan atau Idul Fitri. Akulturasi Budaya MAJT yang terletak di Jl Gajahraya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari itu memang telah menjelma sebagai tempat wisata alternatif, yang kental dengan nuansa religi di dalamnya. Konsep bangunan yang menggabungkan arsitektur Jawa, Islam, dan Roma itu merupakan pemikat bagi pengunjung yang datang Daya tarik lainnya, berbagai memorabilia yang terkait dengan syiar Islam. Yang sudah ada sekarang, Alquran raksasa tulisan tangan yang merupakan karya H Hayatuddin, khattat (penulis kaligrafi) dari Universitas Sains dan Ilmu Alquran (Unsyiq) Jateng di Wonosobo. Selain itu, ada pula replika beduk raksasa Purworejo, yang dibuat oleh para santri Pesantren Alfalah Mangunsari, Jatilawang, Banyumas. MAJT dibangun pada lahan banda Masjid Kauman seluas 10 hektare, dengan luas bangunan hanya 27.900 meter persegi. Kompleks MAJT itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai sarana sosial dan bisnis, seperti ruang perkantoran, convention hall, penginapan, dan bangunan kios. Bangunan masjid tak menunjukkan kesan mewah, tapi dapat menampung hingga 13.000 umat. Dibandingkan bangunan pendampingnya, bangunan masjid lebih sederhana namun memberi kesan teduh. Pemilihan warna maupun penataan interior masjid dirancang dengan cermat. Rancangan bentuk dan hiasan di dalam masjid didominasi pengaruh dua budaya, Jawa dan Islam. Bentuk kubah, lengkungan, geometri bintang delapan, dan kaligrafi mencerminkan budaya Islam.
Budaya Jawa diwujudkan dalam pemilihan ragam hias. Wayang kulit purwa dan batik menghiasi beberapa bagian masjid. Tepat di bagian tengah masjid terdapat empat tiang. Semua tiang itu dihubungkan dengan lengkungan berwarna putih yang diilhami dari gaya Andalusia. Dasar dari empat tiang itu dihiasi berbagai bentuk ragam hias batik, seperti tumpal, untu walang, kawung, dan parang-parangan. Kesan teduh dan sederhana dihasilkan dari pemilihan warna di bagian dalam masjid. Tiang di langit-langit masjid dan pintu kayu dicat warna hijau. Pintu itu mirip pintu di rumah Jawa, memiliki lubang sehingga angin leluasa keluar masuk. Selain hijau, warna yang mendominasi adalah putih, cokelat, dan krem. Sebagian langit-langit yang berhiaskan bentuk geometri bersegi delapan berwarna krem. Puncak kubah berwarna putih, rencananya akan dihiasi dengan kalimat "Laa ilaaha illallah" dari bahan tembaga. Leher kubah masjid dihiasi kaligrafi surat An Nuur Ayat 35. Konsep Masjid Agung Raya Jateng mengusung paduan budaya Islam dan Jawa. Ciri pertama yang menunjukkan hal itu adalah bentuk atap. Atap masjid berbentuk tajuk, khas masjid Jawa, seperti yang ditemukan di Masjid Agung Demak.
Konsep tajuk itu digabungkan dengan kubah dan minaret, ciri khas masjid pada umumnya. Sementara itu, di plaza depan masjid akan dipasang enam payung berdiameter 48 meter, seperti dilakukan di Masjid Nabawi, Madinah. Ini untuk melindungi jamaah dari sengatan panas matahari.
-from infosemarang.net
Runtime: 2m:4s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
1046
Comments:
0
Added:
1507 days ago
nurse
pura pura mati
Runtime: 0m:31s


(2 ratings)
From:
udinpetot
Views:
577
Comments:
7
Added:
1442 days ago
Pembuatan dari kampanye perempuan Singapura - Cina
Bergabunglah dengan kami untuk mengikuti perjalanan romantis dari seorang perempuan Singapura mengelilingi dunia dari belakang layar.
Perjalanan lengkap ikon abadi Singapore Airlines ditayangkan 05 Februari 2011
Runtime: 0m:53s
( Not yet rated )
From:
UnseenTV
Views:
363
Comments:
0
Added:
482 days ago
Pembuatan dari kampanye perempuan Singapura - India
Bergabunglah dengan kami untuk mengikuti perjalanan romantis dari seorang perempuan Singapura mengelilingi dunia dari belakang layar.
Perjalanan lengkap ikon abadi Singapore Airlines ditayangkan 05 Februari 2011
Runtime: 0m:57s
( Not yet rated )
From:
UnseenTV
Views:
344
Comments:
0
Added:
482 days ago
Pembuatan dari kampanye perempuan Singapura - Paris
Bergabunglah dengan kami untuk mengikuti perjalanan romantis dari seorang perempuan Singapura mengelilingi dunia dari belakang layar.
Perjalanan lengkap ikon abadi Singapore Airlines ditayangkan 05 Februari 2011
Runtime: 0m:56s
( Not yet rated )
From:
UnseenTV
Views:
334
Comments:
0
Added:
482 days ago
( Not yet rated )
From:
UnseenTV
Views:
344
Comments:
0
Added:
482 days ago

(1 ratings)
From:
ailosha
Views:
321
Comments:
4
Added:
1515 days ago
Rooney Life in a Caravan
Satu pengiriman yang keliru dan Wayne Rooney bisa hidup dari karir gemilang internasional ke sebuah taman trailer. Sesuatu yang Wazza harus menghindari jika bersemuka dengan Franck Ribéry dalam pertempuran mencatit masa depan.
Runtime: 0m:32s
( Not yet rated )
From:
yoniarshad
Views:
508
Comments:
0
Added:
720 days ago
Sate B29
Sate atau kadangkala ditulis satai adalah makanan Indonesia, yang juga populer di negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand. Versi Jepang disebut yakitori.
Sate biasanya terdiri dari daging yang dipotong kecil-kecil dan ditusuki dengan tusukan sate yang biasanya dibuat dari bambu/sindhik, kemudian dibakar menggunakan bara arang kayu.
Resep cara pembuatannya berbeda-beda per daerah, hampir segala jenis daging bisa dibuat sate. Lihat daftar sate.
Biasanya sate diberi saus. Saus ini bisa berupa sambal kecap atau yang lainnya. Untuk sate bebek Tambak menu lengkapnya adalah sate, saus bumbu manis kacang tanah atau bumbu pedas (menurut selera) dan irisan tomat serta mentimun. Lalu sate dimakan dengan nasi hangat atau, kalau di beberapa daerah disajikan dengan lontong. Kadang-kadang sate dimakan dengan ketupat.
Konon sate diciptakan oleh para pendatang Tionghoa yang menjual daging bakar di pinggir jalan. Kata sate berarti
Runtime: 2m:50s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
386
Comments:
0
Added:
1507 days ago
sistem ekonomi
pengertian sistem ekonomi,macam2 sistem ekonomi yaitu sistem ekonomi liberal/pasar,sistem ekonomi komando,sistem ekonomi campuran . kelemahan dan kelebihan dari sistem ekonomi.
Runtime: 1m:33s
( Not yet rated )
From:
sman9bdl_indah
Views:
560
Comments:
2
Added:
488 days ago
Tugu Muda
Lokasi : Jl. Pemuda Semarang
Pemilik : Pemda Tingkat I Jawa Tengah
Sejarah :
Merupakan tugu yang berpenampang segi lima. Terdiri dari bagian yaitu landasan, badan dan kepala. Pasa sisi landasan tugu terdapat relief. Keseluruhan tugu dibuat dari batu. Untuk memperkuat kesan tugunya, dibuat kolam hias dan taman pada sekeliling tugu. Bangunan yang berada disekitar tugumuda adalah lawang sewu, Kantor BDNI, Rumah Dinas Gubernur Jateng, Museum Manggala Bakti dan Katedral.
Bermula dari ide untuk mendirikan monumen yang memperingati peristiwa Pertempuran Lima hari di Semarang. Pada tanggal 28 Oktober 1945, Gubernur Jawa Tengah, Mr. Wongsonegoro meletakkaan batu pertama pada lokasi yang direncanakan semula yaitu didekat Alun-alun. Namun karena pada bulan Nopember 1945 meletus perang melawan Sekutu dan Jepang, proyek ini menjadi terbengkalai. Kemudian tahun 1949, oleh Badan Koordinasi Pemuda Indonesia (BKPI), diprakarsai ide pembangunan tugu kembali, namun karena kesulitan dana, ide ini jugaa belum terlaksana. Tahun 1951, Walikota Semarang, Hadi Soebeno Sosro Wedoyo, membentuk Panitia Tugu Muda, dengan rencana pembangunan tidak lagi pada lokasi alun-alun, tetapi pada lokasi sekarang ini. Desain tugu dikerjakan oleh Salim, sedangkan relief pada tugu dikerjakan oleh seniman Hendro. Batu yang digunakan antara lain didatangkan dari kaliuang dan Paker. Tanggal 10 Nopember 1951, diletakkan batu pertama oleh Gubernur Jateng Boediono dan pada tanggal 20 Mei 1953, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Tugu Muda diresmikaan oleh Soekarno, Presiden Republik Indonesia. Hingga sekarang, cukup banyak perubahan yang telah dilakukan terhadap arca di sekitar tugu muda, antara lain pembuatan taman dan kolam.
from tugumuda.com
Runtime: 2m:24s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
827
Comments:
0
Added:
1507 days ago