Agus Dhukun Presiden Bangsa Monyet
Agus Dhukun mempunyai sahabat Monyet yang diberi nama KeepLy Dhukun. Semua Monyet di daerah Pusuk, Lombok - NTB adalah teman setia bagi Agus Dhukun. Oleh sebab itu, belum lama ini Agus Dhukun mendapat gelar Kebangsawanan dari Kerajaan Monyet sebagai penghargaan dari Raja Monyet. Gelar Kebangsawanan ini sangat spesial, pertama dan satu-satunya yang diberikan oleh Raja Monyet kepada Agus Dhukun. Karena sepanjang sejarah di manapun Kerajaan Monyet berada, belum pernah ada Manusia yang memperoleh Gelar ini. Berdasarkan hasil Musyawarah Bangsa Monyet sedunia, telah diambil suatu kesepakatan bahwa Agus Dhukun akan diangkat menjadi Presiden Monyet Sedunia. Bagi Agus Dhukun, ini adalah suatu hal yang menyenangkan, karena di dunia Monyet tidak ada yang namanya pertikaian dan peperangan menggunakan senjata, tidak ada persaingan secara politis, adu domba, apalagi saling sikut-sikutan dan saling menjatuhkan untuk memperoleh suatu kursi empuk dalam suatu pemerintahan. Dan yang lebih membanggakan, untuk menjadi orang No. 1 di dunia Monyet, Agus Dhukun tidak mengeluarkan biaya besar untuk kampanye, selain itu para Monyet pendukung sangat setia dan memiliki loyalitas yang tinggi sehingga tidak satupun Monyet yang mempunyai kepentingan politis yang mengatas namakan Rakyat Monyet untuk mencapai kepentingan pribadi maupun golongan.
Runtime: 1m:54s
Kecelakaan akibat handphone
accident video yang terjadi di Stasiun pengisian bahan bakar yang terjadi di SHELL mudah2an kejadian terlampir bisa menjadi pelajaran bagi kita semua tentang bahaya dari HP pada saat di SPBU atau di tempat pengisian minyak.
HP merupakan sumber dari pembakaran, pada saat kejadian IP (org yang Cedera) mencoba melihat kondisi tangki dengan menggunakan cahaya dari HP nya.
Ingat bahwa udara dari tangki (vapour) lebih mudah terbakar.
Perhatikan prosedur transfer bahan bakar.
Runtime: 1m:54s
Sam Po Kong
Gedung batu Sam Po Kong adalah sebuah petilasan. yaitu bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok bernama Zheng He / Cheng Ho () atau lebih lazim dikenal sebagai Sam Po Tay Djien. Terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang.
Disebut Gedung Batu karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Sekarang tempat tersebut dijadikan tempat peringatan dan tempat pemujaan atau bersembahyang serta tempat untuk berziarah. Untuk keperluan tersebut, didalam gua batu itu diletakan sebuah altar, serta patung-patung Sam Po Tay Djien.
Sam Po Kong - Semarang (Setyono Budhy Santosa, 2001)
Menurut cerita, Laksamana Zheng He () sedang mengadakan pelayaran menyusuri pantai laut Jawa dan sampai pada sebuah teluk atau semenanjung. Karena ada awak kapalnya yang sakit, ia memerintahkan membuang sauh. Kemudian ia menyusuri sungai yang sampai sekarang dikenal dengan sungai Kaligarang. Ia mendarat disebuah desa, Simongan. Setelah sampai didaratan, ia menemukan sebuah gua batu dan dipergunakan untuk tempat bersemedi dan bersembahyang. karena ia tertarik dan merasa tenang ditempat itu, ia memutuskan untuk sementara waktu beristirahat dan menetap ditempat tersebut. Sedangkan awak kapalnya yang sakit dirawat dan diberi obat dari ramuan dedaunan yang ada disekitar tempat itu.
Sam Po Kong - Semarang (Setyono Budhy Santosa, 2001)
Konon, setelah Zheng He () meninggalkan tempat tersebut karena ia harus melanjutkan pelayarannya, banyak awak kapalnya yang tinggal di desa Simongan dan kawin dengan penduduk setempat. Mereka bersawah dan berladang ditempat itu. Zheng He memberikan pelajaran bercocok-tanam dan dimalam hari mereka berkumpul didalam gua batu dan Zheng He memberikan pelajaran serta ajaran-ajaran tata cara pergaulan hidup di dunia. Cara bersyukur kepada Sang Pencipta serta menghormati para leluhur - nenek moyang.
Sehingga setalah Zheng He () meninggalkan tempat itu untuk melanjutkan pelayarannya, mereka yang tinggal di Simongan, secara teratur melakukan pemujaan dan penghormatan kepada Zheng He guna menghormati jasa-jasanya. Sekarang peringatan atau sembahyang dilakukan pada setiap tanggal satu dan lima belas.
Sam Po Kong - Semarang (Setyono Budhy Santosa, 2001)
Zheng He () mendapat penghargaan dengan diangkat menjadi Thai Kam dengan gelar San Po atau Sam Po. Seorang Thai Kam adalah seorang pejabat yang dekat dengan keluarga Kaisar. Dan sejak itu Zheng He lebih dikenal dengan sebutan Sam Po Thai kam. Karenanya Zheng He sering juga di sebut Sam Po Tay Djien atau Sam Po Toa Lang. Tay Djien dan Toa Lang artinya orang besar.
Sam Po Kong - Semarang (Setyono Budhy Santosa, 2001)
Mereka memuja Sam Po Kong sebagai orang yang patut dihormati dan dijunjung tinggi serta dimohon berkahnya.
Disebelah kiri gua batu itu terdapat sebuah batu piagam, batu berukir tersebut diukir dalam tiga bahasa: China, Indonesia dan Inggris. Baru berukir tersebut dibuat khusus untuk memperingati kedatangan Zheng He () di Kota Semarang, dan merupakan sumbangan dari keluarga Liem Djing Tjie pada tahun 1960.
Oleh: Robby Sidharta - April 2001
Runtime: 1m:43s