Nasi Pecel Bu Sumo
Sepertinya pecel sudah jadi makanan yang umum untuk di Pulau Jawa apalagi di Jawa Tengah dan setiap orang pasti sudah punya rekomendasi tempat makan pecel paling enak menurut kesukaannya. Nah kalo buat orang yang dari luar Kota Semarang pengen nyobain pecelnya semarang kayaknya warung pecel bu sumo bisa jadi salah satu rujukan buat makan pecel yang enak. Dari bentuk pecelnya sendiri sih dari isi sayuran tidak terlalu berbeda dengan pecel-pecel lainnya tetapi yang agak istimewa dari warung bu sumo yaitu pilihan tambahannya (topping) yang super lengkap, ada telor mata sapi, gorengan, babat, paru, jantung dll. Saya sendiri biasanya memilih babat dan telor mata sapi sebagai menu tambahan. Gorengan di warung ini dijamin gurih soalnya kadang-kadang gorengan yang ada di warung suka lembek kalau sudah dingin. saya rekomendasikan gorengan bakwannya kalau ke warung bu sumo. Bumbu kacang-nya pun rasanya oke, pas lah pokoknya. Warung pecel bu sumo sepengatahuan saya ada 3 (tambahin ya kalo kurang), 2 ada di Jl. Kyai Saleh dan 1 di Jl. Pecel Bu SumoSetiabudi. Untuk petunjuk bagi orang yang bukan Semarang, warung yang di Kyai Saleh letaknya di belakang rumah sakit Karyadi. Di perempatan lampu merah (mentri supeno kalo gak salah), belok kanan, warung bu sumo ada disebelah kiri sekitar 100 meter-an dari lampu merah. Untuk yang di Jl. Setiabudi kalo dari arah kota bawah ke Tembalang, warung bu sumo terletak sekitar 250 meteran sebelum patung diponegoro Tembalang.
Runtime: 2m:12s
Pagoda Avalokitesvara
PAGODA Avalokitesvara di Vihara Buddhagaya Watugong, Semarang, ditetapkan Museum Rekor Indonesia sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Pagoda yang memiliki tinggi 45 meter itu dibangun tujuh tingkat dengan hampir semua konstruksi bangunannya terbuat dari beton, banyak menggunakan latar warna merah dan beberapa arca di tiap tingkat pagodanya.
Selain itu, dua gazebo besar tampak mengapit di samping kanan-kirinya, yang nantinya digunakan sebagai tempat tambur dan lonceng, yang menjadi salah satu adat kelengkapan pagoda.
Juli lalu Manajer Muri Paulus Pangka menyerahkan penghargaan Muri nomor 2208/ R.MURI/VIII/2006 kepada Paul Sun Kok dan Halim Wijaya pimpinan Yayasan Buddhagaya Watugong, atas berdirinya pagoda tersebut. Diharapkan, keberadaan pagoda pertama di Indonesia itu, bisa menjadi wahana pemersatu sekte-sekte keagamaan Buddha di samping Candi Borobudur.
Pagoda Avalokitesvara ---juga disebut Pagoda Metakaruna atau Pagoda Cinta Kasih Sayang karena keberadaannya untuk menghormati figur cinta kasih dan kasih sayang, yaitu Kwan She Im Poo--- mulai dibangun Agustus tahun lalu. Rencananya pembangunan hanya membutuhkan waktu delapan bulan, namun molor menjadi 10 bulan karena menanti barang-barang dan patung dari Cina. Pembangunan dilatarbelakangi kebutuhan umat akan tempat ibadah yang lebih layak dan nyaman. Sebelumnya, di lokasi itu sudah berdiri vihara kecil yang didirikan tahun 1957.
Avalokitesvara Buddhagaya memiliki banyak keistimewaan. Mulai dari genteng, aksesori, relief tangga dari batu (9 naga), kolam naga, lampu naga, air mancur naga, hingga patung burung hong dan kilin, seluruhnya diimpor dari China.
Selain itu, pagoda itu terdiri atas tujuh tingkat. Tiap tingkat memiliki empat buah patung Dewi Kwan Im yang menghadap ke empat penjuru. Khusus di tingkat pertama, terdapat empat patung yang berbeda-beda. Patung Dewi yang membawa bunga dan teratai bisa digunakan pengunjung untuk berdoa agar dimudahkan mendapatkan jodoh.
Patung Dewi dengan membawa anak perempuan, ditujukan bagi pengunjung yang berkeinginan memiliki anak perempuan. Demikian pula dengan patung Dewi yang membawa anak laki-laki, digunakan pengunjung berdoa agar mendapatkan anak laki-laki. Satu lagi, patung Dewi Kwan Im digunakan pengunjung untuk memohon panjang umur. Khusus di tingkat VII, diisi empat buah patung Amitaba.
Selain 24 patung Dewi Kwan Im dan empat patung Amitaba, di tingkat I juga diletakkan satu patung besar Dewi Kwan Im dengan tinggi 5,10 meter serta satu patung Panglima We Do. Jumlah total patung yang ada di pagoda itu 30 buah. Patung besar Dewi Kwan Im dipasang menghadap Kota Semarang dengan tujuan agar masyarakat terhindar dari segala bencana. Patung Panglima We Do dimaksudkan sebagai pelindung keselamatan sekaligus penjaga pagoda tersebut
- from cybertokoh -
Runtime: 1m:43s
Taman Tabanas
Taman Tabanas
Bagi pengunjung yang ingin melihat kota Semarang di malam hari, bisa menuju tempat wisata Taman Tabanas. Disana kita bisa melihat Semarang dengan lampunya yang berkedip kedip sambil menikmati jagung bakar dan segelas kopi. Dan yang terakhir jangan lupa mencopa makanan khas Semarang yaitu lumpia, sayang kemarin kami tidak sempat mencicipi makanan tersebut dikarenakan waktu yang terbatas.
Taman Tabanas Gombel Taman yang berada di tanjakan Gombel ini terkenal dengan taman Tabanas di pelataran depan. Sebagai daerah perbukitan, daerah ini lebih sejuk dari Semarang bawah dan dari sini kita bisa menikmati pemandangan kota bawah. Di sekitar ini banyak berdiri hotel dan restoran.
Runtime: 2m:45s