BEGITU DEH
Lirik lagu : BEGITU DEH, Ciptaan: Suriansyah,HP.08565368044. : Setelah sekian lama kita berpacaran.Tibalah saatnya utk sebuah pernikahan.Wanita dan lelaki akan disatukan.Saling mengikat diri di dalam perkawinan.Yang suci yg resmi yg abadi,sampai akhir nanti. Hatiku dan hatimu segera berbunga-bunga.Raut wajahmu wajahku seakan bercahaya.Menyambut pesta meriah dan juga bersahaja.Disaksikan banyak orang dan semua undangan.Bahagia tak terkira tersenyum tidak berhenti.Reff.Pada hari kedua setelah perkawinan.Aku banyak sekali mendapat pertanyaan.Dari sobat dan teman yg belum merasakan.Bagaimana rasanya, eh bagaimana rasanya.Melewati malam pertama langsung kujawab.Begitu deh rasanya melayang di angkasa mampir di surga.
Runtime: 5m:6s
( Not yet rated )
From:
Sursur
Views:
157
Comments:
0
Added:
1196 days ago
Gadis Timur Tengah
Lirik lagu: GADIS TIMUR TENGAH
Di gurun Sahara yang gersang.
Bertiup angin dengan kencang.
Tersingkap dari kerudungmu.
Nampak sesosok wajah ayu.
Di saat kau sedang menari.
Sungguh terlihat kau berseri.
Hidung mancung cantik alami.
Kau wanita Timur Tengah.
Sungguh ku sangat terpesona.
Denganmu gadis padang pasir.
Manismu tiada duanya.
Termasyur di seluruh dunia.
De Laila la la la Laila a a..
De Laila la la la Laila.
Oh kau harem gurun Sahara.
Namamu Sarah Laila.
Laila a a a... Laila a a.... 2x
Runtime: 3m:45s
( Not yet rated )
From:
Sursur
Views:
1100
Comments:
0
Added:
1194 days ago
( Not yet rated )
From:
hassan
Views:
483
Comments:
1
Added:
582 days ago
( Not yet rated )
From:
paltianos
Views:
1317
Comments:
3
Added:
1510 days ago
kerauhan
Gajah mada menyaksikan bom bali..kali..;)
Runtime: 2m:32s
( Not yet rated )
From:
Meivie
Views:
1498
Comments:
2
Added:
1575 days ago
Lumpia
Lumpia Semarang
Dari Wikipedia Indonesia
Lumpia Semarang adalah makanan semacam rollade berisi rebung, telur, dan daging ayam atau udang.
Citarasa lumpia Semarang adalah perpaduan rasa Tionghoa dan Indonesia, karena memang penemunya adalah orangTionghoa Semarang yang menikah dengan orang Indonesia.
Makanan ini mulai dijajakan dan dikenal di Semarang pada waktu pesta olahraga GANEFO pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
[sunting] Variasi Lumpia Semarang
Di Semarang dewasa ini ada lima �aliran� lumpia Semarang dengan cita rasa berbeda. Pertama aliran Gang Lombok (Siem Swie Kiem), kedua aliran Jalan Pemuda (almarhum Siem Swie Hie), dan ketiga aliran Jalan Mataram (almarhumah Siem Hwa Nio). Ketiga aliran ini berasal dari satu keluarga Siem Gwan Sing�Tjoa Po Nio yang merupakan menantu dan putri tunggal pencipta lumpia Semarang, Tjoa Thay Yoe�Wasih.
Aliran keempat adalah sejumlah bekas pegawai lumpia Jalan Pemuda, dan aliran kelima adalah orang-orang dengan latar belakang hobi kuliner yang membuat lumpia dengan resep hasil pembelajaran dari lumpia yang sudah beredar.
Generasi tertua saat ini, yaitu generasi ketiga Siem Swie Kiem (65), tetap setia melayani konsumennya di kios warisan ayahnya (Siem Gwan Sing) di Gang Lombok 11. Keistimewaan lumpia Gang Lombok ini menurut sejumlah penggemarnya yang sempat ditemui di kios tersebut adalah racikan rebungnya tidak berbau, juga campuran telur dan udangnya tidak amis.
Lumpia buatan generasi keempat dapat kita peroleh di kios lumpia Mbak Lien alias Siem Siok Lien (43) di Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran. Mbak Lien meneruskan kios almarhum ayahnya, Siem Swie Hie, yang merupakan abang dari Siem Swie Kiem, di Jalan Pemuda (mulut Gang Grajen) sambil membuka dua cabang di Jalan Pandanaran.
Kekhasan lumpia Mbak Lien ini adalah isinya yang ditambahi racikan daging ayam kampung. Ketika awal mula meneruskan usaha almarhum ayahnya, Mbak Lien membuat tiga macam lumpia, yaitu lumpia isi udang, lumpia isi ayam (untuk yang alergi udang), dan lumpia spesial berisi campuran udang serta ayam. Tetapi, karena merasa kerepotan dan apalagi kebanyakan pembeli suka yang spesial, sekarang Mbak Lien hanya membuat satu macam saja, yaitu lumpia istimewa dengan isi rebung dicampur udang dan ayam.
Adapun generasi keempat lainnya, yaitu anak-anak dari almarhum Siem Hwa Nio (kakak perempuan dari Siem Swie Kiem) meneruskan kios ibunya di Jalan Mataram (Jalan MT Haryono) di samping membuka kios baru di beberapa tempat di Kota Semarang. Di antara anak-anak almarhum Siem Hwa Nio ini ada juga yang membuka cabang di Jakarta. Bahkan ada cucu almarhum Siem Hwa Nio sebagai generasi kelima membuka kios lumpia sendiri di Semarang.
Selain keluarga-keluarga leluhur pencipta lumpia semarang tersebut, sekarang banyak juga orang-orang �luar� yang membuat lumpia semarang. Mereka umumnya mantan karyawan mereka. Mereka yang mempunyai hobi kuliner juga turut meramaikan bisnis lumpia semarang dengan membuat lumpia sendiri, seperti Lumpia Ekspres, Phoa Kiem Hwa dari Semarang International Family and Garden Restaurant di Jalan Gajah Mada, Semarang.
[sunting] Harga Lumpia Semarang
Harga lumpia yang dijual para pedagang tersebut berbeda-beda. Kios lumpia Gang Lombok milik Siem Swie Kiem, misalnya, menjual dengan harga Rp 6.000 per biji (goreng/basah). Kios di Jalan Pemuda milik Mbak Lien menjual dengan harga Rp 5.500 per biji. Sedangkan pedagang-pedagang lumpia lain menjual dengan harga sekitar Rp 2.500 per biji.
Runtime: 3m:28s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
1127
Comments:
1
Added:
1506 days ago
Masjid Agung Jawa Tengah
Masjid Agung Jawa Tengah
�Sucining guna gapuraning gusti.� Itulah candra sengkala pembangunan Masjid Agung Jateng (MAJ), yang sama dengan tahun 1934 Saka.
Artinya, kemauan dan upaya yang tulus membawa ke arah rida Allah.
MENARA Asmaul Husna, yang berdiri kokoh di sudut barat daya Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) merupakan salah satu daya tarik kawasan itu. Dari bentuknya, bangunan setinggi 99 meter�yang melambangkan nama-nama Allah itu�dikonsep sebagai replika Menara Kudus. Sejak menara itu selesai dibangun, banyak pengunjung yang datang untuk sekadar melihat atau berfoto bersama. Lihatlah, seorang ibu dan dua anaknya yang tengah berpose laiknya model, di depan menara itu.
Sementara, si bapak nampak sibuk mengarahkan kamera-nya untuk menentukan posisi gambar. Kadang-kadang dia sampai berjongkok agar menara itu bisa menjadi background foto keluarganya. Sudah lama kami mendengar tentang kemegahan dan keindahan MAJT. Baru kali ini, kami melihatnya secara langsung. Ya, sekalian mengenalkan anak pada masjid supaya mereka bisa lebih dekat,�� tutur Muslih (39), warga Gombong, Kebumen itu. Dia datang untuk menyambangi keluarga yang tinggal di Semarang. Senyampang anak-anak tengah libur sekolah, mereka diajaknya serta. Nah, setelah kegiatan keluarga rampung, mereka menyempatkan diri mampir berwisata ke MAJT. Tadi juga sudah naik ke menara. Enak, bisa lihat-lihat kota dari atas,�� timpal Endika (12), anak sulung Muslih. Untuk bisa naik ke menara, mereka cukup membayar Rp 2.000 per orang.
Di atas menara tersedia sejumlah teropong untuk melihat Kota Semarang dari ketinggian. Teropong itu bisa dioperasikan jika pengunjung memasukkan koin. Cukup dengan Rp 1.000 mereka bisa menikmati teropong itu selama 1,5 menit. Sekadar informasi, penara yang terdiri atas 20 lantai itu rencananya digunakan untuk museum Islam dan lantai berputar (devolving floor). Lantai paling atas dapat digunakan melihat hilal, penentuan awal Ramadan atau Idul Fitri. Akulturasi Budaya MAJT yang terletak di Jl Gajahraya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari itu memang telah menjelma sebagai tempat wisata alternatif, yang kental dengan nuansa religi di dalamnya. Konsep bangunan yang menggabungkan arsitektur Jawa, Islam, dan Roma itu merupakan pemikat bagi pengunjung yang datang Daya tarik lainnya, berbagai memorabilia yang terkait dengan syiar Islam. Yang sudah ada sekarang, Alquran raksasa tulisan tangan yang merupakan karya H Hayatuddin, khattat (penulis kaligrafi) dari Universitas Sains dan Ilmu Alquran (Unsyiq) Jateng di Wonosobo. Selain itu, ada pula replika beduk raksasa Purworejo, yang dibuat oleh para santri Pesantren Alfalah Mangunsari, Jatilawang, Banyumas. MAJT dibangun pada lahan banda Masjid Kauman seluas 10 hektare, dengan luas bangunan hanya 27.900 meter persegi. Kompleks MAJT itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai sarana sosial dan bisnis, seperti ruang perkantoran, convention hall, penginapan, dan bangunan kios. Bangunan masjid tak menunjukkan kesan mewah, tapi dapat menampung hingga 13.000 umat. Dibandingkan bangunan pendampingnya, bangunan masjid lebih sederhana namun memberi kesan teduh. Pemilihan warna maupun penataan interior masjid dirancang dengan cermat. Rancangan bentuk dan hiasan di dalam masjid didominasi pengaruh dua budaya, Jawa dan Islam. Bentuk kubah, lengkungan, geometri bintang delapan, dan kaligrafi mencerminkan budaya Islam.
Budaya Jawa diwujudkan dalam pemilihan ragam hias. Wayang kulit purwa dan batik menghiasi beberapa bagian masjid. Tepat di bagian tengah masjid terdapat empat tiang. Semua tiang itu dihubungkan dengan lengkungan berwarna putih yang diilhami dari gaya Andalusia. Dasar dari empat tiang itu dihiasi berbagai bentuk ragam hias batik, seperti tumpal, untu walang, kawung, dan parang-parangan. Kesan teduh dan sederhana dihasilkan dari pemilihan warna di bagian dalam masjid. Tiang di langit-langit masjid dan pintu kayu dicat warna hijau. Pintu itu mirip pintu di rumah Jawa, memiliki lubang sehingga angin leluasa keluar masuk. Selain hijau, warna yang mendominasi adalah putih, cokelat, dan krem. Sebagian langit-langit yang berhiaskan bentuk geometri bersegi delapan berwarna krem. Puncak kubah berwarna putih, rencananya akan dihiasi dengan kalimat "Laa ilaaha illallah" dari bahan tembaga. Leher kubah masjid dihiasi kaligrafi surat An Nuur Ayat 35. Konsep Masjid Agung Raya Jateng mengusung paduan budaya Islam dan Jawa. Ciri pertama yang menunjukkan hal itu adalah bentuk atap. Atap masjid berbentuk tajuk, khas masjid Jawa, seperti yang ditemukan di Masjid Agung Demak.
Konsep tajuk itu digabungkan dengan kubah dan minaret, ciri khas masjid pada umumnya. Sementara itu, di plaza depan masjid akan dipasang enam payung berdiameter 48 meter, seperti dilakukan di Masjid Nabawi, Madinah. Ini untuk melindungi jamaah dari sengatan panas matahari.
-from infosemarang.net
Runtime: 2m:4s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
1046
Comments:
0
Added:
1506 days ago
( Not yet rated )
From:
paltianos
Views:
588
Comments:
4
Added:
1510 days ago
Polusi Cahaya originally by R3
R3-Reza Rama Rully(lily). Lagu ini dibikin oleh Reza terinspirasi ama polusi cahaya di daerah Boscha jd orang-orang susah liat bintang. Trus karena Reza ngga bisa maen gitar n saxophone sekaligus jd kali ini maen saxophonenyah pke mulut ajah hahahaha...jgn lupa rating n komennya yaaahh...
Runtime: 3m:25s
( Not yet rated )
From:
lilylily
Views:
483
Comments:
0
Added:
1258 days ago
Selamat Jalan Soeharto
Selamat Jalan Pak Harto sang Jendral Besar, Bapak Pembangunan Indonesia, semoga arwahnya di terima di sisi tuhan YME.. Gajah mati meninggalkan gadingnya, dan tiada gading yang tak retak!
Runtime: 1m:27s
( Not yet rated )
From:
bruki
Views:
266
Comments:
0
Added:
1577 days ago
Sexy Man!
Peringatan bagi lelaki hidung belang hehehee...
Runtime: 0m:10s
(1 ratings)
From:
paltianos
Views:
365
Comments:
10
Added:
1510 days ago
Star Trek Teaser
Teaser dari film terbaru Star Trek (star trek XI) yang akan di-release desember 2008, disutradarai oleh JJ Abrams. Konon ceritanya berkisar di jaman antara Enterprise NX1 dan NCC1701, dengan semua wajah baru namun ada cameo by Leonard Nimoy!
Runtime: 1m:16s

(1 ratings)
From:
bruki
Views:
276
Comments:
2
Added:
1578 days ago
Super Granny!
Hati-hati kalo mo jambret lansia, karena inilah akibatnya...
Runtime: 0m:33s
( Not yet rated )
From:
paltianos
Views:
287
Comments:
3
Added:
1510 days ago
( Not yet rated )
From:
rabbani
Views:
235
Comments:
1
Added:
363 days ago
( Not yet rated )
From:
rabbani
Views:
379
Comments:
2
Added:
363 days ago