anak hebat
seoarang anak yg bisa mempertumukan kedua matax
Runtime: 0m:40s
( Not yet rated )
From:
irvanjayajago
Views:
368
Comments:
1
Added:
347 days ago
BEGITU DEH
Lirik lagu : BEGITU DEH, Ciptaan: Suriansyah,HP.08565368044. : Setelah sekian lama kita berpacaran.Tibalah saatnya utk sebuah pernikahan.Wanita dan lelaki akan disatukan.Saling mengikat diri di dalam perkawinan.Yang suci yg resmi yg abadi,sampai akhir nanti. Hatiku dan hatimu segera berbunga-bunga.Raut wajahmu wajahku seakan bercahaya.Menyambut pesta meriah dan juga bersahaja.Disaksikan banyak orang dan semua undangan.Bahagia tak terkira tersenyum tidak berhenti.Reff.Pada hari kedua setelah perkawinan.Aku banyak sekali mendapat pertanyaan.Dari sobat dan teman yg belum merasakan.Bagaimana rasanya, eh bagaimana rasanya.Melewati malam pertama langsung kujawab.Begitu deh rasanya melayang di angkasa mampir di surga.
Runtime: 5m:6s
( Not yet rated )
From:
Sursur
Views:
157
Comments:
0
Added:
1195 days ago
(2 ratings)
From:
DRIVE
Views:
12557
Comments:
5
Added:
1664 days ago
DRIVE - Kedua
Live Performance Drive, at Hard Rock Cafe Jakarta,
Runtime: 3m:32s
( Not yet rated )
From:
vitri
Views:
1329
Comments:
0
Added:
1618 days ago
Gereja Blenduk
Gereja Blenduk (kadang-kadang dieja Gereja Blendug dan seringkali dilafazkan sebagai mBlendhug) adalah Gereja Kristen tertua di Jawa Tengah yang dibangun oleh masyarakat Belanda yang tinggal di kota itu pada 1753, dengan bentuk heksagonal (persegi delapan). Gereja ini sesungguhnya bernama Gereja GPIB Immanuel, di Jl. Letjend. Suprapto 32. Kubahnya besar, dilapisi perunggu, dan di dalamnya terdapat sebuah orgel Barok. Arsitektur di dalamnya dibuat berdasarkan salib Yunani. Gereja ini direnovasi pada 1894 oleh W. Westmaas dan H.P.A. de Wilde, yang menambahkan kedua menara di depan gedung gereja ini. Nama Blenduk adalah julukan dari masyarakat setempat yang berarti kubah.
Gereja ini masih dipergunakan setiap hari Minggu.
Di sekitar gereja ini juga terdapat sejumlah bangunan lain dari masa kolonial Belanda.
Runtime: 2m:8s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
290
Comments:
0
Added:
1505 days ago
Lumpia
Lumpia Semarang
Dari Wikipedia Indonesia
Lumpia Semarang adalah makanan semacam rollade berisi rebung, telur, dan daging ayam atau udang.
Citarasa lumpia Semarang adalah perpaduan rasa Tionghoa dan Indonesia, karena memang penemunya adalah orangTionghoa Semarang yang menikah dengan orang Indonesia.
Makanan ini mulai dijajakan dan dikenal di Semarang pada waktu pesta olahraga GANEFO pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
[sunting] Variasi Lumpia Semarang
Di Semarang dewasa ini ada lima �aliran� lumpia Semarang dengan cita rasa berbeda. Pertama aliran Gang Lombok (Siem Swie Kiem), kedua aliran Jalan Pemuda (almarhum Siem Swie Hie), dan ketiga aliran Jalan Mataram (almarhumah Siem Hwa Nio). Ketiga aliran ini berasal dari satu keluarga Siem Gwan Sing�Tjoa Po Nio yang merupakan menantu dan putri tunggal pencipta lumpia Semarang, Tjoa Thay Yoe�Wasih.
Aliran keempat adalah sejumlah bekas pegawai lumpia Jalan Pemuda, dan aliran kelima adalah orang-orang dengan latar belakang hobi kuliner yang membuat lumpia dengan resep hasil pembelajaran dari lumpia yang sudah beredar.
Generasi tertua saat ini, yaitu generasi ketiga Siem Swie Kiem (65), tetap setia melayani konsumennya di kios warisan ayahnya (Siem Gwan Sing) di Gang Lombok 11. Keistimewaan lumpia Gang Lombok ini menurut sejumlah penggemarnya yang sempat ditemui di kios tersebut adalah racikan rebungnya tidak berbau, juga campuran telur dan udangnya tidak amis.
Lumpia buatan generasi keempat dapat kita peroleh di kios lumpia Mbak Lien alias Siem Siok Lien (43) di Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran. Mbak Lien meneruskan kios almarhum ayahnya, Siem Swie Hie, yang merupakan abang dari Siem Swie Kiem, di Jalan Pemuda (mulut Gang Grajen) sambil membuka dua cabang di Jalan Pandanaran.
Kekhasan lumpia Mbak Lien ini adalah isinya yang ditambahi racikan daging ayam kampung. Ketika awal mula meneruskan usaha almarhum ayahnya, Mbak Lien membuat tiga macam lumpia, yaitu lumpia isi udang, lumpia isi ayam (untuk yang alergi udang), dan lumpia spesial berisi campuran udang serta ayam. Tetapi, karena merasa kerepotan dan apalagi kebanyakan pembeli suka yang spesial, sekarang Mbak Lien hanya membuat satu macam saja, yaitu lumpia istimewa dengan isi rebung dicampur udang dan ayam.
Adapun generasi keempat lainnya, yaitu anak-anak dari almarhum Siem Hwa Nio (kakak perempuan dari Siem Swie Kiem) meneruskan kios ibunya di Jalan Mataram (Jalan MT Haryono) di samping membuka kios baru di beberapa tempat di Kota Semarang. Di antara anak-anak almarhum Siem Hwa Nio ini ada juga yang membuka cabang di Jakarta. Bahkan ada cucu almarhum Siem Hwa Nio sebagai generasi kelima membuka kios lumpia sendiri di Semarang.
Selain keluarga-keluarga leluhur pencipta lumpia semarang tersebut, sekarang banyak juga orang-orang �luar� yang membuat lumpia semarang. Mereka umumnya mantan karyawan mereka. Mereka yang mempunyai hobi kuliner juga turut meramaikan bisnis lumpia semarang dengan membuat lumpia sendiri, seperti Lumpia Ekspres, Phoa Kiem Hwa dari Semarang International Family and Garden Restaurant di Jalan Gajah Mada, Semarang.
[sunting] Harga Lumpia Semarang
Harga lumpia yang dijual para pedagang tersebut berbeda-beda. Kios lumpia Gang Lombok milik Siem Swie Kiem, misalnya, menjual dengan harga Rp 6.000 per biji (goreng/basah). Kios di Jalan Pemuda milik Mbak Lien menjual dengan harga Rp 5.500 per biji. Sedangkan pedagang-pedagang lumpia lain menjual dengan harga sekitar Rp 2.500 per biji.
Runtime: 3m:28s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
1127
Comments:
1
Added:
1505 days ago
Mba Berta nyanyi
ini lagu keduanya Mba Berta, abisan mau turun gak boleh ma penonton hehehehe keasikan...........
Runtime: 2m:49s
( Not yet rated )
From:
vitri
Views:
618
Comments:
5
Added:
1561 days ago
Museum Mandala Bhakti
Museum Mandala Bhakti
Lokasi :Jl. Mgr.Sugiyopranoto Semarang
Pemilik:Kodam IV Diponegoro
Penggunaan:
semula:Raad van Justitie
Sekarang : Museum Mandala Bhakti
Tanggal Pembangunan:
Merupakan bangunan setangkup fadase tunggal. Memiliki dua lantai dan orientasi bangunan ke arah Utara. Pondasi dari batu, srtuktur dari bata dan dinding dari bata berplester.Bentuk atap limasan dengan bahan penutup dari genteng. Terdapat serambi pada sepanjang sisi depan bangunan, baik pada lantai pertama maupun lantai kedua.Serambi lantai pertama dinaungi lantai balkom lantai kedua. Sedangkan serambi lantai kedua dengan atap yang menyatu dengan bangunan utama. Serambi ini sebagian dinding bagian atas. Entrance tampil menonjol dengan pelubangan yang berfungsi sebagai bovenlicht dan elemen estetis. Demikian juga dinding sebelahnya, dihiasi dengan lubang-lubang yang memberi kesan formal pada fasadenya. Di atas pelubangan ini, juga terdapat angin dari tatanan rooster.
Bangunan ini pertama kali dirancang sebagai Raad van Justitie atau Pengadilan Tinggi bagi golongan rakyat Eropa di Semarang. Maka tidaklah heran apabila massanya sedemikian formal dan kaku. Perancangnya adalah arsitek I. Kuhr E. dari Firma Ooiman dan van Leeuwen. Bangunan ini terletak frontal dari arah jl. Pemuda tepat di depannya adalah lapangan Tugumuda (d.h Wilhelmina plein).Melihat dari tahun berkaryanya Ir. Kuhr E. di Indonesia, diperkirakan bahwa bangunan Raad van Justitie ini dibangun sekitar tahun 1930. Tahun 1950-an bangunan ini digunakan oleh Kodam IV Diponegoro sebagai Markas Besar Komando Wilayah Pertahanan II. Sekarang digunakan oleh Kodam IV Diponegoro sebagai Museum Mandala Bhakti. Setelah Tugumuda dibangun pada tahun 1950, ternyata tugu ini tidak diletakkan si pusat bundaran, melainkan agak ke tepi, ke arah museum ini, agar sumbu utama bundaran mengarah langsung dan menerus dari Jalan Pemuda.
Runtime: 2m:17s
( Not yet rated )
From:
syant
Views:
346
Comments:
0
Added:
1505 days ago
Perang Pantun Kedua
Haryz And Nasir lagi perang pantun dengan ngaco dan spontan...
Runtime: 8m:28s
( Not yet rated )
From:
r0m4nx
Views:
1060
Comments:
2
Added:
1574 days ago
Virginia Luque - Valse Opus 64 No. 2
Ini salah satu gitaris favorit ogut, maestra Virginia Luque dari Sepanyol. Beliau pernah belajar sama maestro Andres Segovia juga.
Aslinya sih ini lagu pianok (karangan Chopin), tapi transposisikan dan ditranksripsikan ke gitar.
Waltz di C-kres minor, Op. 64, No. 2. oleh Frédéric François Chopin. Karya keduanya dari Opus 64, merupakan lanjutan dari Minute Waltz (Op. 64, No. 1). Terdiri dari 3 tema:
(1) Tema A: tempo giusto chordal, berjalan;
(2) Tema B: più mosso (lebih cepat), berisi not sepedelapan dengan harmoni tangan kiri.
(3) Tema C più lento (lebih lambat), a sostenuto dalam nada mayor (D-mol), berisi melodi lambat diiringi not seperempat. Merupakan interlude sebelum kembali ke tema B.
Sayangnya ogut belum bisa main lagu ini, ya bukan karena apa sih, melainkan gara-gara ga punya partiturnya. :((
Runtime: 2m:16s
( Not yet rated )
From:
fixmanius
Views:
434
Comments:
2
Added:
537 days ago